suplemenGKI.com

Rabu, 8 Mei 2019

07/05/2019

GEMBALA YANG BAIK

Mazmur 23

 

Pengantar
Kapan terakhir kali kita membaca atau menyanyikan Mazmur 23 ini? Apakah saat kita sedang mengalami banyak pergumulan dan masalah? Atau saat kebaktian penghiburan atau pemakaman? Atau saat pernikahan atau ulang tahun? Atau saat menjenguk orang sakit, atau justru orang lain yang membacakannya bagi kita, saat kita sedang sakit? Mazmur 23 ini adalah mazmur yang disukai banyak orang. Bukan hanya karena isinya yang bagus tetapi mazmur ini juga sangat indah dan memberikan penghiburan bagi setiap kita. Mari kita renungkan!

Pemahaman

  • Ayat 1     : Bagaimana Daud menggambarkan hubungannya dengan Tuhan?
  • Ayat 2-6 : Apakah yang melatarbelakangi Daud dalam penulisan mazmur ini? Apakah yang menjadi keyakinan Daud dalam mazmur yang dituliskannya?
  • Apakah kita juga mempunyai pengalaman yang sama dengan Daud?

Daud menggambarkan hubungannya dengan Tuhan dengan begitu akrab seperti Gembala dan dombanya. Daud mengatakan bahwa Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan Aku. Gembala yang bertanggungjawab atas seluruh kebutuhan domba-dombanya. Dia menyediakan kebutuhan untuk makanan yang hijau segar dan air yang menyejukkan (Ay. 2). Dia menyertai mereka saat perjalanan sulit dan melindungi mereka dari musuh-musuh yang ganas (Ay. 3-4). Pemazmur juga menggambarkan Tuhan sebagai tuan rumah yang menerimanya sebagai tamu kehormatan. Dia melindungi tamu itu dengan kehormatan dan mengurapinya dengan wewangian (Ay. 5). Jaminan kebajikan dan kemurahan meneduhkan si pemazmur sehingga ia bertekad untuk hanya mengandalkan Tuhan seumur hidupnya (Ay. 6).

Tidak diketahui pasti kapan Daud menuliskan mazmur ini, ada yang mengatakan bahwa ia menulis pada saat ia masih muda, saat ia menggembalakan domba ayahnya. Akan tetapi ada yang mengatakan bahwa ia menulis pada saat masa tuanya sebagai rangkuman perjalanan pengalamannya bersama dengan Tuhan. Dan nampaknya mazmur ini memang dilatarbelakangi oleh pengalaman panjang dalam mempercayai Allah, bukan sekedar pengakuan bahwa ‘Tuhan adalah gembalaku’. Saat menghadapi ‘lembah kekelaman’ (=bahaya, kesulitan atau bahkan kematian) pun pemazmur tidak takut. Sebab Tuhan beserta dengannya dalam setiap situasi kehidupan. Gada’ (tongkat pendek) menjadi senjata pertahanan atau disiplin, melambangkan kekuatan, kuasa dan wibawa Allah. ‘Tongkat’ (tongkat ramping panjang yang salah satu ujungnya melengkung) dipakai untuk mendekatkan domba-domba dengan gembala, menuntunnya pada jalan yang benar atau menyelamatkan dari kesulitan (Ay. 4).  

Refleksi
Renungkanlah: Pernahkah saudara mengalami berjalan dalam ‘lembah kekelaman’? Bisakah saudara mengingat bagaimana Tuhan menyertai saudara dalam melewati ‘lembah kekelaman’ yang saudara alami?

Tekadku
Ya Tuhan, mampukan saya untuk terus menyadari dan mensyukuri bahwa Engkau adalah Gembala saya yang sangat baik yang selalu ada menyertai dalam setiap situasi hidup yang saya alami.

Tindakanku
Dengan penuh penghayatan dan keyakinan saya akan menyanyikan Mazmur 23.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»