suplemenGKI.com

Rabu, 8 Maret 2017

07/03/2017

Dibenarkan Karena Iman

Roma 4:1-5

 

Pengantar
Sesungguhnya kehidupan sehari-hari kita menggambarkan bagaimana kita hidup beriman. Ketika kita naik kendaraan umum atau pergi ke suatu tempat dengan naik kereta, pesawat atau alat transportasi lainnya, sesungguhnya kita sedang mempercayakan hidup kita pada pengemudi walau kita tidak mengenal siapa yang mengendarai kendaraan tersebut. Kita percaya bahwa kita akan sampai kepada tujuan kita. Kalau terhadap yang kita tidak kenal kita bisa begitu percaya kepadanya, bagaimana sikap kita kepada TUHAN? Sudahkah kita benar-benar beriman kepada-Nya?

Pemahaman

  • Ayat 1-3: Apa yang dikatakan terkait dengan iman Abraham?
  • Ayat 4-5: Siapakah orang yang imannya dibenarkan?

Pada umumnya orang Kristen mengetahui bagaimana kisah kehidupan Abraham yang dikenal sebagai Bapa Orang Beriman. Abraham senantiasa hidup di dalam imannya, dia tidak mempertanyakan banyak hal, dia percaya penuh kepada tuntunan TUHAN. Abraham bersikap demikian, karena dia percaya bagaimana TUHAN akan menuntunnya kepada hal yang baik. Ketika TUHAN memerintahkan Abraham pergi, Dia menghantarnya ke tempat yang baik. Ketika TUHAN memerintahkan Abraham untuk mengorbankan anaknya, Dia pun menyediakan domba sebagai pengganti anaknya untuk dikorbankan. Oleh karena iman yang kokoh seperti itu, Abraham pun dibenarkan oleh ALLAH.

Ayat 4 dan 5 yang menunjukkan bagaimana seseorang dibenarkan oleh karena imannya kepada TUHAN. Apa yang membuat kita dibenarkan oleh iman? Iman memampukan kita menyerahkan diri untuk hidup secara total bergantung kepada TUHAN. Hal itulah yang membuat kita dibenarkan, karena kita tidak memperjuangkan hidup dengan kekuatan diri kita sendiri tapi dengan kekuatan TUHAN.  Iman itu bukan soal seberapa banyak saya menghafal perintah Tuhan tapi soal bagaimana saya tunduk dan melibatkan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah pergumulan yang kita alami, masihkah kita berjuang dengan kekuatan sendiri? Sudahkah kita  hidup  bergantung secara total kepada Tuhan?

Refleksi
Lihatlah seorang anak kecil yang berada di sekitar Anda! Mereka senantiasa bergantung kepada orang dewasa, karena kekuatan mereka masih terbatas. Dalam hal beriman kepada TUHAN, apakah Anda juga bisa bersikap seperti anak kecil yang selalu bergantung pada sang BAPA?

Tekadku
Ya Tuhan, mampukan aku untuk menyerahkan hidupku agar aku selalu beriman teguh kepada-Mu walaupun aku tak tahu persis apa yang akan terjadi dalam hidupku dan masa depanku.

Tindakanku
Setiap pagi aku mau mencatat apa saja yang akan aku lakukan sepanjang hari ini dan aku mau mendoakannya, serta percaya bahwa ada TUHAN di sepanjang hari itu.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«