suplemenGKI.com

Rabu, 8 Juni 2016

07/06/2016

GANJARAN BAGI “ SI PERAMPAS”

1 Raja-Raja 21:17-29

 

Pengantar
Setiap orang berhak hidup bahagia. Namun sayangnya tak selamanya kebahagiaan dapat kita pertahankan sebab di dunia ini ada orang-orang jahat yang bisa merampas kebahagiaan kita. Mereka hanya memikirkan kepentingannya sendiri dan tak peduli dengan penderitaan orang lain. Itulah yang dilakukan Ahab yang telah merampas kebahagiaan Nabot. Namun Allah tidak tinggal diam melihat kejahatan Ahab. Allah memberikan ganjaran yang setimpal kepada Ahab. Ganjaran apakah yang diterima Ahab? Marilah kita merenungkannya.

Pemahaman

  • Ayat 17-19    : Perintah apakah yang diberikan Tuhan kepada nabi Elia?
  • Ayat 20-24    : Hukuman apakah yang akan diterima oleh Ahab?
  • Ayat 25-26    : Kejahatan apakah yang dilakukan oleh Ahab selain merebut kebun anggur Nabot?
  • Ayat 27-29    : Apa yang dilakukan oleh Ahab ketika mendengar berita penghukuman Tuhan baginya yang disampaikan oleh nabi Elia?

Apa yang dilakukan oleh Ahab dan Izebel sangatlah licik. Mereka menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkan keinginannya. Oleh sebab itu Tuhan berfirman kepada nabi Elia untuk memberitakan berita penghukuman bagi Ahab dan seluruh keluarganya ( v. 17-19 ). Si perampas itu akan mati juga, di tempat anjing telah menjilat darah Nabot disitu jugalah anjing akan menjilat darah Ahab. Elia segera menanggapi suara Tuhan, kemudian menegur Ahab (v.21) dan memberitakan hukuman atau malapetaka yang akan menimpa Ahab( v. 22 ). Allah sendiri yang akan melenyapkan Ahab dan keluarganya.

Jika kita perhatikan lebih lanjut dalam ayat selanjutnya ( v.26 ), Ahab mengikuti berhala-berhala keji. Allah begitu tersakiti oleh tingkah laku Ahab yang telah membuat bangsa Israel berdosa. Sedangkan Izebel mati dengan cara yang lebih mengerikan. Jika darah Ahab dijilati oleh anjing, maka Izebel akan dimakan oleh anjing. Ahab yang mendengar berita penghukuman, segera mengoyakkan pakaiannya dan berkabung. Ahab pun mengambil langkah untuk bertobat. Tetapi pertobatan ini bukan selamanya, karena pada pasal berikutnya ( pasal 22 ) Ahab justru melakukan kesalahan dengan memerangi nabi-nabi Tuhan. Dapat disimpulkan bahwa pertobatan Ahab adalah pertobatan yang didasarkan atas takut akan hukuman, bukan tulus dari hatinya. Pada akhirnya Ahab dan keluarganya tetap dihukum TUHAN. Melalui kisah ini kita melihat bahwa resiko yang ditanggung manusia akibat dosa tidaklah main-main. Oleh sebab itu marilah bertobat dengan sungguh-sungguh, bukan pertobatan yang semu.

Refleksi
Dari berita media massa, perhatikanlah berapa banyak orang yang mendapatkan hukuman karena melakukan kejahatan merampas kebahagiaan orang lain. Akan tetapi marilah berrefleksi pula, apakah Saudara tidak pernah melakukan tindakan merampas kebahagiaan orang lain? Bila Saudara pernah melakukannya, apakah Saudara siap menerima ganjaran hukuman dari Tuhan? Apakah Saudara siap bertobat dengan kesungguhan hati?

Tekad
Tuhan, mampukanlah aku untuk tidak memikirkan kepentingan sendiri sehingga dapat menghargai kebahagiaan orang lain, bukannya merampas kebahagiaan mereka.

Tindakan
Aku akan menuliskan dosa yang paling sering kulakukan untuk mencapai keinginanku. Aku akan menyelesaikannya saat ini juga dengan memohon pengampunan Tuhan dan bertobat. Aku juga akan mendatangi orang-orang yang telah ku sakiti dan berusaha menjalin perdamaian dengan mereka.

 

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»