suplemenGKI.com

Ulangan 30:15-20

 

Pilih Kehidupan atau Kematian?

Pengantar:

Hidup ini selalu diperhadapkan pada berbagai pilihan. Dibutuhkan prinsip yang mantap untuk memilih, apapun itu. Bijak memilih maka akan mendapatkan yang baik, tidak bijak memilih maka akan mendapatkan yang buruk. Suatu kali saya pergi ke pasar buah, hendak membeli buah semangka. Sesampai di pasar buah, para penjaja buah-buahan berebut meneriakkan buah-buah yang dijualnya. Semua pedagang buah berkata bahwa barangnya yang paling baik, paling murah dan dijamin kualitasnya. Sesaat saya menjadi bingung, tetapi seketika itu juga saya kembali pada prinsip “saya akan membeli apa yang menurut saya baik dan sesuai dengan kebutuhan saya”. Maka dengan tidak terlalu lama saya mendapatkan apa yang saya inginkan dan hasilnya begitu memuaskan.

Pemahaman:

  1. Mengapa Tuhan menghadapkan suatu  pilihan kepada bangsa Israel?
  2. Pilihan apa saja yang Tuhan tawarkan kepada bangsa Israel? (v. 15-18)
  3. Bagaimana agar pilihan yang benar dan berkenan kepada Tuhan bisa terwujud? (v. 20)

Ketika bangsa Israel telah menikmati kehidupan di tanah yang di berikan Tuhan kepada mereka (Kanaan) segalanya menjadi sangat menyenangkan. Kebebasan berekspresi juga menjadi milik mereka. Termasuk bereksperimen untuk menjadi sama seperti bangsa-bangsa di sekitar mereka yang secara spiritual berbeda dengan mereka (menyembah ilah-ilah atau berhala – Lih. 29:26). Prinsip dalam memilih sangat menentukan bagi mereka, akan mengalami  kehidupan atau kematian. Tuhan dengan tegas menghadapkan kepada bangsa Israel, jika mereka memilih untuk mengasihi Tuhan Allah dengan menurut dan berpegang pada perintah-perintah Tuhan maka mereka akan hidup, sebaliknya jika tidak mengasihi Tuhan dengan tidak menurut dan berpegang pada perintah-perintah Tuhan maka mereka akan mati (16-17). Hidup dan mati adalah berbicara tentang berkat, damai-sejahtera-keselamatan dan anugerah Tuhan. Bangsa Israel sangat rentan dengan godaan yang menyesatkan, karena mereka memang bangsa yang tidak bisa puas dengan apa yang Tuhan anugerahkan kepada mereka (Israel terkenal sebagai bangsa yang tegar tengkuk, Kel 32:9) Maka Tuhan juga memanggil langit dan bumi untuk menjadi saksi komitmen mereka dalam memilih hidup atau mati. Pilihan yang berkenan kepada Tuhan dan membawa kepada kehidupan apabila didasari dengan hati yang mengasihi Tuhan, mendengarkan suara (perintah) Tuhan dan berpaut kepada Tuhan. Bagaimana dengan kita, apakah kita juga mau berkomitmen untuk mengasihi, mendengar suara Tuhan dan berpaut pada kekuatan-Nya?

 

Refleksi:
Godaan apa yang paling sulit saudara atasi, sehingga sulit untuk mengasihi, mendengar suara Tuhan dan berpaut pada-Nya?

 

Tekad:
Tuhan, tolonglah agar saya mampu menghadapi godaan yang sering membuat saya tidak mampu mengasihi, mendengar suara-Mu dan tidak bisa berpaut pada kekuatan-Mu.

 

Tindakan:
Selalu bergaul akrab dengan Tuhan lewat firman-NYA agar diberi kekuatan melawan godaan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«