suplemenGKI.com
Praise The Lord

Praise The Lord

Mazmur 30:2-6.

Kebaikan Tuhan Melebihi Segala Kesulitan

Mazmur 30 ini merupakan nyanyian syukur yang disampaikan dalam bentuk puji-pujian. Secara makna Mazmur syukur ini memiliki tiga sasaran. Pertama: Bertujuan untuk mengagungkan kebaikan Tuhan yang telah alami oleh pemazmur, kedua: Untuk menyaksikan kepada dunia atau jemaah tentang siapa Tuhan yang teramat baik yang diyakini oleh pemazmur dan ke tiga: Menunjukkan kepada pihak musuh bahwa mereka tidak mampu lagi untuk memperdaya pemazmur yang sudah dibebaskan atau ditarik oleh Tuhan dari tipu daya musuh-musuhnya.

Pertanyaan-pertanyaan penuntun:
1.    Dapatkah saudara melihat bagaimana pengalaman hidup pemazmur melalui lantunan puji-pujiannya dalam Mazmur 30 ini?
2.    Dapatkah saudara merasakan apa yang dirasakan pemazmur ketika Tuhan memulihkan keadaannya?
3.    Dapatkah saudara menangkap ajakan pemazmur bagi setiap orang terkait dengan pertolongan yang dialaminya dari Tuhan?
4.    Pernahkah kita mengalami penderitaan, apakah kita sudah berseru kepada Tuhan untuk menolong kita? Apa yang harus kita bagikan kepada orang lain setelah kita mengalami pertolongan-Nya ?

Renungan:
Mazmur 30 ini, merupakan pujian Daud yang hendak menceritakan pengalaman yang sangat mengharukan ketika dia baru saja keluar atau luput dari maut, yang hampir saja membinasakannya. Pemazmur tidak hanya barada dalam bahaya maut tetapi pemazmur juga mendapat tekanan dari musuh-musuhnya yang memang menginginkan kebinasaannya. Di tengah keadaan yang demikian ia berteriak minta tolong kepada Tuhan dan Tuhan menjawabnya (v. 2-4)  Pemazmur meyakini betul bahwa keluputan atau keselamatan yang diperolehnya itu adalah semata-mata karena pertolongan Tuhan. Itulah yang membuat dia menaikan pujian syukur kepada Tuhan, bahkan pujian syukurnya juga ingin menunjukkan kepada dunia dan musuh-musuhnya bahwa Tuhan yang dipercayainya sanggup menolong dia, sekalipun orang lain menginginkan kebinasaannya.
Kelegaan dan kegembiraan Daud terungkap begitu jelas melalui syair-syair pujiannya, itu yang disusun dalam bentuk sebab-akibat (…aku memuji Engkau ya Tuhan …sebab Engkau. Tuhan, Allahku kepadaMu aku berteriak minta tolong…dan Engkau telah menyembuhkan aku. ….) sebuah susunan yang apik dan berbobot yang mengisyaratkan betapa pemazmur sangat berbahagia, bersukacita dan damai di dalam pertolongan Tuhan.
Terkait dengan kepuasannya itu, maka pemazmur mengajak dan menyerukan kepada setiap orang yang merasa telah ditolong oleh Tuhan agar menyanyikan syukur dan menyembah Tuhan seumur hidupnya. Walaupun kadangkala harus mengalami kesulitan, penderitaan dan persoalan  (v. 5-6) tetapi itu sifatnya sesaat, sementara sebab Tuhan akan segera turun tangan menolong orang yang berseru kepadaNya.
Dalam perjalanan hidup kita, tentu banyak kesulitan, masalah dan persoalan yang kita alami. Bahkan mungkin juga kita mengalami bahaya yang hampir-hampir membinasakan kita, tetapi jika kita masih ada sampai hari ini, itu semata-mata karena pertolongan Tuhan. Maka patutlah kita memujikan syukur kepada Dia, agar dunia tahu bahwa kita mempunyai Allah yang sanggup menolong kita. Penderitaan, kesulitan dan persoalan hidup itu hanya sesaat saja, nantikanlah kesukaan dan kekuatan Tuhan akan mengikuti kita seumur hidup kita. Mari kita menyanyikan syukur senantiasa seumur hidup kita melalui pelayanan, kasih dan kesetiaan kita kepada Tuhan. Amin.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*