suplemenGKI.com

Rabu, 8 Desember 2010

07/12/2010

Mazmur 146:1-5

Memuji Allah Adalah Memfokuskan Fikiran Kepada Allah

Pengkhotbah Inggris yang terkenal yaitu Charles H. Spurgion (1834-1892) pernah menuliskan sesuatu yang baik untuk diingat ketika kita hendak memulai suatu hari kita “Jadikanlah pikiranmu sebuah mazmur, doamu sebuah dupa dan nafasmu sebagai pujian” Pemikiran Spurgion itu mengarahkan kita pada kebanyakan tema dalam kitab Mazmur yang adalah tentang pujian, karakter Allah, dan ungkapan ketergantungan kita kepada Tuhan. Anda mungkin setuju dengan saya, bahwa sepanjang hari kita dapat menjadikan pikiran-pikiran kita sebagai mazmur dengan merenungkan kekudusan Allah, kelayakanNya untuk menerima pujian kita, dan betapa kita sangat membutuhkan-Nya. Doamu sebagai dupa, di dalam Bait Suci Yahudi, dupa itu dibakar terus-menerus sebagai persembahan yang harum kepada Tuhan, itu adalah hidup kita. Bagaimana dengan nafas sebagai pujian, Mazmur 150:6 “Biarlah segala yang bernafas memuji Tuhan, haleluya” Mempersembahkan pujian bagi Allah harus dilakukan secara alami sebagaimana layaknya kita bernafas. Mazmur 146 ini mau mengajar kita memuji Tuhan secara alami, mengalir tanpa terpengaruh oleh apapun.

Pertanyaan-pertanyaan penuntun:

1.      Apa yang saudara  pahami tentang pernyataan pemazmur “Aku hendak memuliakan Tuhan selama aku hidup, bermazmur bagi Allahku selagi aku ada?”

2.      Apa yang saudara pahami tentang  pernyataan “janganlah percaya kepada para bangsawan, kapada anak manusia yang tidak dapat memberikan keselamatan?”

3.      Coba saudara renungkan, apakah sesungguhnya yang dapat memberi kita berbahagia dengan kebahagiaan yang sesungguhnya?

Renungan:

Barangkali kita tidak pernah berpikir, berapa lama kita akan hidup dan ada di dunia ini. Dalam realitanya setiap orang ingin hidup selama mungkin di dunia ini. Hampir tidak ada orang yang ingin cepat-cepat meninggalkan dunia ini, maka ketika seseorang sakit ia akan cepat-cepat berobat dan didoakan agar sakitnya sembuh. Tetapi pernahkah ketika kita bangun pagi dan memdapatkan tubuh kita masih hidup, sehat, kuat dan segar kemudian kita bermazmur bagi Tuhan? Pernahkah kita berpikir bahwa kita masih ada sebagaimana kita ada adalah karena kemurahan Tuhan? Lalu kita memuji Tuhan, berdoa dan menghitung aliran nafas kita dengan berkata “biarlah hidupku terfokus hanya kepada Tuhan yang memberi aku hidup!” Setiap kali kita bermazmur (memuji Tuhan) berdoa dan melihat hidup ini masih ada itu adalah mengajar kita untuk memfokuskan hidup kita hanya kepada Tuhan.

Alangkah menyedihkan ketika kita berpikir bahwa kalau kita masih hidup dan masih kuat dalam banyak hal, lalu kita berkata “Ternyata aku masih kuat, sehat dan siap berkarya untuk diriku” Pemazmur mengatakan dalam ayat. 3-4 menggambarkan bahwa jikalau kita memfokuskan hidup pada hal-hal demikian (manusia, kekuatan, kemampuan dan kebisaan kita) termasuk mungkin hal-hal yang selama ini kita andalkan maka kita akan binasa.

Ayat 5. Ungkapan itu menunjukkan dan mengajarkan kita untuk terus-menerus memfokuskan hidup hanya kepada Tuhan yang menghidupkan dan mempunyai kehidupan.  Untuk itu selama masih hidup dan selagi masih ada di dunia ini, mari kita menjadikan pujian, doa dan nafas hidup untuk memfokus diri kepada Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«