suplemenGKI.com

Rabu, 8 April 2020

07/04/2020

DISIPLIN ROHANI

Ibrani 12:1-3

 

Pengantar
Setiap orang tua pasti memiliki cara masing-masing di dalam mendidik anak-anaknya. Jika sang anak mulai melakukan tindakan yang kurang baik, maka orang tua berhak melakukan disiplin terhadapnya. Mungkin kata ‘disiplin’ itu dianggap sebagai musuh, karena menghalangi kebebasan mereka.Namun disiplin itu perlu dilakukan agar sang anak dapat bertumbuh menjadi pribadi yang baik, bertanggung jawab, dan dapat menjadi berkat bagi orang-orang sekitarnya. Tentunya disiplin yang dilakukan dibarengi dengan kasih. Berbicara tentang disiplin, hidup orang Kristen juga tak lepas dari kata “disiplin”, tetapi disiplin yang dimaksud adalah “disiplin rohani”. Hari ini kita akan merenungkan bersama tentang disiplin rohani yang harus kita lakukan sebagai anak-anak Tuhan, agar kita dapat berjuang dalam iman kepada Tuhan.

Pemahaman

  • Ayat 1-3         : Disiplin rohani apa sajakah yang perlu kita lakukan agar tetap hidup dalam iman kepada Tuhan?

Surat Ibrani secara keseluruhan ditulis untuk orang-orang Kristen Yahudi yang sedang mengalami penganiayaan dan keputusasaan. Penulis mengajak para pembacanya agar tetap mempertahankan iman mereka kepada Kristus serta hidup dalam kedewasaan rohani. Adapun bagian ayat yang menjadi perenungan kita pada hari ini berbicara tentang disiplin rohani yang harus dilakukan oleh orang percaya. Disiplin itu tak lain bertujuan untuk mendidik umat percaya untuk tunduk di bawah pimpinan Tuhan, Sang Pemilik Kehidupan (lihat ayat 5-6). Disiplin rohani yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut:

  1. 1.    Menanggalkan semua beban dan dosa yang merintangi (ayat 1).

Dalam hal ini kita diminta untuk melepaskan seluruh perhatian kita kepada hal-hal yang bersifat duniawi yang dapat membuat kita melawan kehendak Tuhan dan kehidupan rohani kita menjadi tenggelam.

  1. 2.    Berlomba dengan tekun dalam pertandingan iman (ayat 1).

Rasul Paulus memakai kegiatan rohani sebagai kiasan. Perlombaan ini harus dijalani dengan ketekunan dan kesabaran. Pun demikian halnya dengan kehidupan orang percaya. Dalam menghadapi kesukaran-kesukaran yang menghadang, dibutuhkan ketekunan dan kesabaran, agar jalan hidup kita tetap terarah dan tidak menyimpang dari kehendak Tuhan.

  1. 3.    Mata tertuju pada Yesus (ayat 2-3).

Selain menanggalkan semua beban dan dosa yang merintangi, berlomba dengan tekun dalam pertandingan dengan iman, kita juga diminta untuk tertuju pada Yesus. Artinya kita diminta untuk menaruh pengharapan hanya kepada-Nya dan dan menjadikan Dia sebagai teladan hidup. Yesus pernah mengalami ujian-ujian di dalam perlombaan dan jalan-Nya. Sekalipun Ia harus menghadapi hinaan dan derita yang lainnya, Ia tetap menyelesaikan tugas yang diberikan kepada-Nya.

Refleksi
Dalam keheningan, renungkanlah: Pernahkah saudara memberontak ketika mengalami disiplin rohani? Apa yang saudara alami ketika memberontak dari tindakan disiplin rohani tersebut? Disiplin rohani adalah bentuk kasih Tuhan kepada kita, sehingga kita menjadi pribadi yang aktif dalam menghadapi segala tantangan dan ujian. Terlebih hidup untuk memuliakan nama-Nya.

Tekadku
Tuhan, ampuni bila selama ini aku selalu memberontak terhadap perintah-Mu. Ajarku membuka hati dan rela untuk dibentuk seturut kehendak-Mu .

Tindakanku
Hari ini aku akan belajar menerapkan disiplin rohani dengan cara:……. (sebutkan, misalnya: belajar untuk menanggalkan keegoisan, belajar untuk tidak mengandalkan diri sendiri tetapi mengandalkan Tuhan, belajar untuk selalu memberi waktu bersaat teduh meskipun banyak masalah, dsb).

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«