suplemenGKI.com

Rabu, 8 April 2009

Kisah Para Rasul 10:34-43

Perikop ini berbicara tentang keselamatan yang TUHAN berikan untuk segala bangsa. ALLAH mengasihi seluruh umat di dunia ini tanpa pandang bulu. ALLAH juga  berkenan dan menerima orang dari setiap bangsa yang berbalik dari dosa, percaya kepada Kristus, takut akan Allah, dan hidup benar (ayat 35; bandingkan dengan Roma 2:6-11).

Itu sebabnya ketika di sekitar abad pertama kekristenan mulai dicemari dengan sikap superior dari bangsa Yahudi (karena menganggap bahwa bangsa Yahudilah satu-satunya umat ALLAH) ALLAH memandang perlu untuk segera mengklarifikasi dengan tegas persoalan ini. ALLAH memakai Rasul Petrus untuk berbicara lantang mengenai hal ini.

1. Ayat 34 : Peristiwa apa yang melatarbelakangi Petrus berkata dengan setegas itu? (bacalah mulai ayat 1-33!)

2. Ayat 35: Menurut ayat ini, siapakah orang yang masuk dalam golongan ”orang yang diperkenan oleh ALLAH”?

3. Ayat 36: Berdasarkan inti ayat ini, mengapa kita harus mengabarkan firman kepada semua orang?

4. Ayat 42 : Kata ”kami” yang dimaksud oleh Petrus itu termasuk siapa saja?

5. Ayat 43 : Dapatkah saudara menyebutkan beberapa nabi yang dimaksud oleh Petrus ini? (Yesaya 52, Yehezkiel 36)

Renungan :

Bagi kekristenan di zaman para rasul, ALLAH memakai Petrus untuk berbicara dengan tegas sekaligus memberikan keteladanan agar tidak membedakan orang. Untuk kekristenan di zaman sekarang, siapakah yang TUHAN utus untuk menjadi teladan dalam bersikap adil dan mengasihi setiap orang dari bangsa manapun? Tentu jawabannya adalah kita. Karena jika kita yang bukan umat pilihan (bangsa Yahudi) begitu dipedulikan oleh ALLAH sehingga penebusan Kristus itupun berlaku bagi kita, maka sebagai orang yang tahu berterimakasih pastilah kita akan menunjukkan kasih tulus tanpa membeda-bedakan itu. Memang pada faktanya, masih begitu banyak hal yang menjadi tembok penghalang kita dalam mengasihi tanpa membedakan. Tapi jika sekali lagi kita bercermin dari Kisah Para Rasul  ini maka kita akan mendapat  pengarahan tentang bagaimana agar kita dimampukan untuk mengasihi orang lain tanpa membedakan, yakni:

-ayat 35-36 : ketika kita sungguh-sungguh takut akan ALLAH dan berakar mendalam pada FirmanNya, karena Firman yang kita hidupi akan mengalirkan shalom/damai sejahtera yang secara terus menerus juga akan mendorong kita mengasihi sesama tanpa membeda-bedakan.

Biarlah mulai hari ini kita bertekad untuk terus berlomba membawa berita keselamatan kepada semua orang agar terjadi pertobatan di mana-mana.

Segala bangsa yang Kaujadikan akan datang sujud menyembah di hadapan-Mu, ya Tuhan, dan akan memuliakan nama-Mu.

(Mazmur 86:9)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*