suplemenGKI.com

Rabu, 7 Oktober 2020

06/10/2020

APA RESPONSMU?

Yohanes 11:45-53

 

Pengantar
Karya baik tidak selalu mendapatkan penghargaan. Ada yang suka tapi ada pula yang tak suka. Lalu bagaimanakah respons kita terhadap karya baik TUHAN? Marilah kita merenungkannya melalui refleksi Firman TUHAN hari ini! 

Pemahaman

  • Ayat 45-46 : Bagaimanakah respons orang-orang Yahudi setelah menyaksikan YESUS membangkitkan Lazarus dari kematian?
  • Ayat 47-48, 53 : Bagaimanakah respons imam-imam kepala dan orang-orang Farisi saat mengetahui perisiwa itu?
  • Ayat 49-52 : Bagaimanakah respons Imam besar Kayafas menanggapi peristiwa itu?

Karya KRISTUS membangkitkan Lazarus dari kematian ternyata menimbulkan reaksi yang berbeda-beda. Sebagian orang Yahudi bersukacita menyambut mujizat itu dan memuat mereka semakin mengagumi KRISTUS. Ada pula yang memandang peristiwa itu sebagai berita menarik yang perlu segera dilaporkan kepada orang-orang Farisi. Sedangkan imam-imam kepala dan orang-orang Farisi merespons berita itu dengan mengadakan perundingan Mahkamah Agama yang akhirnya membuat kesepakatan untuk membunuh YESUS.

Cara manusia merespons karya baik TUHAN memang bisa berbeda-beda. Ada yang percaya, ada pula yang tak percaya. Ada yang bersyukur,  ada pula yang menggerutu. Ada yang menyambut sebagai berkat yang berharga ada pula yang menyia-nyiakan bahkan menganggap sebagai hal yang merugikan. Persoalannya adalah mengapa ada respons yang berbeda?

Sesungguhnya TUHAN itu baik dan selalu menyatakan kebaikannya pada kita namun manusia tak selalu mampu menangkap kebaikan TUHAN. Bagi mereka yang hatinya selalu terbuka bagi TUHAN akan lebih peka melihat kebaikan TUHAN dan mensyukurinya. Sedangkan bagi mereka yang hatinya lebih diisi oleh pemikiran dan kepentingannya sendiri, maka akan mudah dihimpit kekuatiran dan ketakutan serta cenderung mengeraskan hati. Oleh karena itulah imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memandang kehadiran YESUS yang membuat banyak mujizat bukan sebagai berkat tapi sebagai bahaya atau ancaman  bagi reputasi mereka. Sebagai pemimpin agama Yahudi mereka tahu bahwa mujizat terjadi karena kuasa ALLAH hadir. Justru karena itulah mereka tidak menyukai YESUS. Mereka merasa terancam oleh kehadiran YESUS. Mereka takut kehilangan pengikut. Mereka juga takut kehilangan pengaruh dan kekuasaan (ayat 48).

Di tengah pandemi Covid 19 ini, apakah Saudara mampu merasakan karya baik TUHAN dan menyambutnya dengan  makin beriman kepada-Nya? Sesungguhnya TUHAN selalu menyatakan karya baik-Nya dalam segala musim kehidupan. Akan tetapi terkadang hati kita dipenuhi oleh kekuatiran dan pelbagai pemikiran yang lain sehingga tak cukup ruang untuk menyambut dan mensyukuri karya baik TUHAN. Oleh karena itu marilah kita semakin mengarahkan hati pada TUHAN dan makin beriman kepada-Nya. 

Refleksi
Dalam keheningan, renungkanlah manakah yang lebih sering Saudara lakukan: bersyukur ataukah mengeluh? Merasakan TUHAN hadir menyertai ataukah merasa berjuang sendiri?  Apakah Saudara selalu merespons karya baik TUHAN dengan makin beriman kepada-Nya?

Tekadku
Ya TUHAN, mampukanlah aku untuk merespons karya baik-Mu dengan makin beriman kepada-Mu.

Tindakanku

  • Setiap hari aku akan melakukan evaluasi: apakah aku makin beriman kepada TUHAN?
  • Setiap hari aku akan menyediakan waktu hening untuk mempertajam kepekaan akan kehadiran TUHAN dan karya baik-Nya  sehingga makin hari makin beriman kepada-Nya.
Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«