suplemenGKI.com

RABU, 7 MEI 2014

06/05/2014

Mazmur 23:1-3

BERPENGALAMAN DENGAN ALLAH  (Bagian 1)

 

Pengantar
Hidup beragama bukan semata-mata berdasarkan pada doktrin/dogma.  Bukan tidak perlu, tapi apa artinya bila tanpa pengalaman nyata. Alih-alih menegakkan kebenaran, justru yang terjadi malah kehidupan keagamaan yang kaku tanpa pertumbuhan. Inti dari kehidupan beragama adalah pengalaman dengan Sang Khalik.  Itulah yang dihayati dan dialami pemazmur dalam hubungannya dengan Tuhan. 

Pemahaman
Ayat 1:  bagaimana pemazmur menggambarkan Tuhan dalam hidupnya?
Ayat 2-3:  apa yang pemazmur yakini tentang perbuatan Tuhan dalam hidupnya:
Ayat 1-3:  apa yang permazmur rasakan sebagai hasil perbuatan Tuhan dalam hidupnya? 

Tidak diketahui dengan pasti kapan Mazmur ini ditulis.  Beberapa penafsir berpendapat bahwa Mazmur ini ditulis ketika Raja Daud masih muda.  Sebab profesi dan peran gembala yang diceritakan dalam Mazmur ini pernah Daud jalani sebelum dirinya menjadi raja (1Sam.16:11).  Itu sebabnya, Daud bukan sekadar menceritakan pengalamannya tapi juga apa yang ia rasakan.  Ungkapan seperti “takkan kekurangan . . . membaringkan . . . menyegarkan” seolah menempatkan Daud layaknya domba di hadapan Tuhan yang adalah gembala.  Dalam keadaan kelimpahan yang seperti itu, siapa yang tidak akan mengaku, “takkan kekurangan aku.”  Bagi Daud, Tuhan bukan pribadi yang jauh atau sekadar dipahami melalui logika.  Sebaliknya, Tuhan bagi Daud adalah pribadi yang begitu dekat dan nyata melalui pengalaman keseharian. 

Bagaimana dengan kita?  Apakah kita mempunyai pengalaman yang sama atau berbeda?  Seringkali umat mengalami kesenjangan antara pemahaman dan pengalaman. Tuhan hanya ada di dalam otak, tapi seolah tidak ada dalam pengalaman keseharian.  Melalui mazmur ini, pelantunnya, Daud, hendak mengajarkan pentingnya pengharapan dalam keterbukaan diri di hadapan Tuhan.  Pengharapan itu berangkat dari kesadaran diri sebagai pribadi yang tidak mampu, kurang, sesat, dan tidak berdaya bila tanpa Tuhan.  Daud terbuka, apa adanya dan bersedia menyambut Tuhan dalam pergumulan hidupnya.  Melalui pengalaman yang biasa, yaitu sebagai gembala,  dan kesediaan membuka hidupnya,  Daud akhirnya ‘menemukan’ dan mengalami Tuhan. 

Refleksi
Seringkali umat menantikan hal-hal yang spektakuler terjadi, sehingga melupakan hal-hal sederhana yang sebenarnya bisa Tuhan pakai menyatakan diriNya dalam kehidupan. 

Tekadku
Aku mau bukan hanya menyakini, tetapi juga mengalami Tuhan dalam hidupku.  Aku mau terbuka dan bersedia mengalami Tuhan dalam kesederhanaan pengalaman hidupku.

Tindakanku
Aku hadapi dan selesaikan masalahku hari ini bersama-Nya.  Aku kembali semangat menyelesaikan persoalanku ………… Aku alami Dia dalam hidupku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»