suplemenGKI.com

RABU, 7 JANUARI 2015

06/01/2015

Mazmur 29: 7-11

JAMINAN DI TENGAH BADAI

 

Pengantar
Ketenangan dan kekacauan, mungkin tidak hadir bersama-sama dalam kehidupan?  Bukankah keduanya bertentangan, saling bertolak belakang! Bukankah manusia selalu memilih ketenangan tanpa kekacauan. Jadi mana mungkin keduanya bisa hadir bersama-sama?  Bacaan kita hari ini mengajarkan ada jaminan kasih Allah di tengah badai kehidupan.

Pemahaman

  • Ayat 7-9     :  bagaimana Allah dan kuasaNya digambarkan dalam bagian ini?
  • Ayat 10      :  bagaimana relasi Allah dan semesta digambarkan dalam bagian ini?
  • Ayat 11      : apa jaminan Allah bagi kehidupan kita sebagai manusia?

Bukan hal yang mudah mengharapkan keselamatan di tengah kekacauan, kedamaian di tengah peperangan dan keteduhan diri di tengah beragam persoalan.  Mengapa dikatakan tidak mudah?  Sebab keduanya saling bertentangan.  Ketika salah satu terjadi, misalnya kekacauan, umumnya manusia cenderung menghindari daripada menghadapinya.   Namun justru di tengah keadaan yang serba kacau itulah, keselamatan, kedamaian dan keteduhan menemukan maknanya.  Sama seperti seseorang tidak mungkin mengharapkan kesembuhan bila ia tidak sedang dalam keadaan sakit. Bertentangan, tapi di waktu yang sama menjadi syarat bagi munculnya pengharapan yang lebih baik.  Itulah hakekat paradoks.

Kehidupan Kristen tidak menjadikan kita bebas dari segala pergumulan dunia.  Kehidupan Kristen pasti mengalami beragam tantangan sebagaimana  orang lain pada umumnya.  Namun yang menarik dari bacaan hari ini dikatakan bahwa “TUHAN bersemayam di atas air bah, TUHAN bersemayam sebagai Raja untuk selama-lamanya” (ayat 10).  Artinya, Allah adalah pribadi yang berkuasa dan berhak memegang kendali atas seluruh semesta.  Wajar bila kemudian pemazmur menyakini bahwa “TUHAN kiranya memberikan kekuatan kepada umatNya” (ayat 11a).  Bahkan “memberkati umatNya dengan sejahtera” (ayat 11b).  Apa yang perlu dirisaukan lagi, bila Pribadi yang berdaulat penuh atas semesta sudah memberikan jaminan seperti itu.  Yang dibutuhkan hanyalah percaya dan berserah sepenuhnya kepada Allah, bahwa di atas segala persoalan hidup, ada tangan pertolonganNya senantiasa bekerja memberikan jaminan (kekuatan) di tengah dunia.

Refleksi:
Jaminan ketenangan Allah berikan kepada kita di tengah tantangan dunia.  Sudahkah kita percaya dan berserah pada tangan pertolongan-Nya?

Tekadku
Aku mau belajar percaya dan berserah penuh kepada Allah.

Tindakanku
Melibatkan Allah di setiap pergumulan hidupku sehingga pertolongan-Nya aku rasakan dalam setiap persoalan yang aku hadapi.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*