suplemenGKI.com

Yesaya 35:8-10.

 

Lihatlah, Allah Datang Untuk Memberi Sukacita.

Pengantar:
Seorang anak berusia dua belas tahun, pada waktu-waktu tertentu  ia terpaksa harus ditinggalkan oleh orangtuanya sendirian di rumah. Ketika akan ditinggalkan, orangtuanya berpesan: jangan takut: semua pintu sudah terkunci dengan baik, kalau ada orang yang tidak dikenal mengetok pintu jangan sekali-kali dibukakan, kalau ada bunyi telepon jangan diangkat, kalau merasa kesepian boleh nonton TV. Dan pesan yang paling terakhir, jangan takut Yesus selalu bersama denganmu. Namun, sekalipun pesan-pesan itu meyakinkan, tetapi anak itu tetap merasa ketakutan ketika ditinggal sendiri di rumah. Maka ketika bunyi kendaraan orangtuanya datang, anak itu akan berteriak sukacita, seakan semua perasaan takutnya hilang lenyap begitu mendengar bunyi kendaraan orangtuanya tiba. Bacaan hari ini memberi gambaran betapa sukacitanya umat Allah menyambut kedatangan Allah.

Pemahaman:

  1. Situasi apakah yang hendak digambarkan dalam ayat 8-9?
  2. Bagaimanakah keadaan orang-orang yang dibebaskan oleh Tuhan? (v.10)

Ada dua suasana yang dialami oleh bangsa Israel dalam perjalanan hidup mereka.

Pertama, ketika mereka hidup dalam kuasa dosa, mereka seolah-olah berjalan di lintasan yang penuh dengan bahaya, ketakutan dan ketidakpastian. Mengapa demikian, karena mereka mengalami penindasan, ketidakadilan dan kekuasaan bangsa asing yang Tuhan pakai untuk menghajar mereka. Kedua, ketika mereka sudah hidup dalam pembebasan dan pemeliharaan Tuhan, mereka seolah-olah berjalan pada lintasan yang bebas dari bahaya, bebas dari ketakutan dan kecemasan melainkan mereka berjalan dalam lintasan yang aman, sejahtera dan penuh dengan pengharapan. Gambaran-gambaran itu diungkapkan pada ayat 8-9. Ungkapan “jalan raya, yang akan disebut jalan kudus, orang yang tidak tahir tidak akan melintasinya, di situ tidak akan ada singa, binatang buas” adalah sebuah gambaran keadaan yang menyenangkan, penuh sukacita dan kedamaian.

Karena keadaan yang sangat kondusif, menyenangkan dan penuh kedamaian  maka mereka kemudian menjadi bersukacita, bersorak-sorai, penuh kegirangan. Dukacita, keluh kesah akan menjauh dari hidup mereka. Artinya betapa indahnya kedatangan Tuhan itu bagi orang yang menyambutnya dengan membuka hati dalam pertobatan. Saudara, sambutlah Tuhan Yesus dengan hati yang bertobat, niscaya hidupmu akan penuh dengan sukacita abadi.

Refleksi:
Coba merenung sejenak, apakah yang seringkali membuat saudara tidak bisa bersukacita, tidak bergembira dalam hidupmu? Tuhan Yesus datang untuk memberikan sukacita, agar saudara dapat menikmati sukacita itu, saudara harus membuka hati pertobatan bagi-Nya.

Tekad:
Tuhan Yesus, harus saya akui bahwa seringkali hidup ini dilanda oleh ketakutan, kecemasan dan ketidakpastian. Tolonglah agar saya terbebas dari semua perasaan itu ya Tuhan.

Tindakkan:
Belajar membuka hati untuk kehadiran Tuhan Yesus dan berjuang meninggalkan segala hal yang tidak dikehendaki oleh-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*