suplemenGKI.com

Rabu, 7 April 2021

06/04/2021

PERSEKUTUAN DAN KEBENARAN

1 Yohanes 1 : 1 – 2 : 2     

Pengantar
Ada satu kebenaran yang mungkin kita abaikan dan bahkan tidak kita akui, yaitu bahwa kita adalah manusia berdosa, dan karena itu kita memerlukan anugerah pengampunan atau pendamaian dari ALLAH di dalam Kristus. Bahkan kita membutuhkan terang hidup agar tidak tinggal dalam kegelapan. Jadi marilah kita membaca dan memperhatikan surat 1 Yohanes 1 : 1 – 2 : 2, agar dapat memperoleh pemahaman tentang hal kebenaran dalam kaitannya dengan persekutuan hidup dengan ALLAH.

Pemahaman
1 Yohanes 1:  1 – 4           :  Apa hubungan kehidupan (hidup kekal) dengan persekutuan?
1 Yohanes 1:  5 – 10         :  Apa hubungan antara hidup dalam terang dan persekutuan?
1 Yohanes 2 : 1 – 2           :  Apa arti TUHAN YESUS sebagai pendamaian untuk segala dosa kita?

Kehidupan atau hidup kekal adalah persekutuan hidup dalam terang bersama Sang Firman Hidup, atau secara utuhnya dalam persekutuan dengan ALLAH Bapa dan Anak. Dan dalam persekutuan dengan ALLAH Bapa dan Anak itu kita tidak hidup lagi dalam kegelapan, karena ALLAH adalah terang, dan di dalam DIA sama sekali tidak ada kegelapan.

Jadi jika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan ALLAH, namun kita hidup di dalam kegelapan, maka kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran. Juga dalam surat Efesus 5 ayat 9 dinyatakan bahwa: “karena terang hanya berbuahkan kebaikan, keadilan dan kebenaran.

Dan jika kita hidup di dalam terang sama seperti ALLAH ada di dalam terang, maka kita juga beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah TUHAN YESUS menyucikan kita dari pada segala dosa. Salah satu kebenaran yang perlu kita akui adalah bahwa kita adalah manusia berdosa, dan karena itu kita memerlukan pengampunan dan pendamaian dari ALLAH di dalam Kristus.

Maka dalam persekutuan dengan ALLAH, ditegaskan supaya janganlah kita berbuat dosa lagi. Namun jika kita berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu TUHAN YESUS Kristus, yang adil. Dan IA adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia. Dengan demikian kita tetap dapat dimampukan untuk hidup dalam persekutuan terang kasih ALLAH yang menghasilkan buah kebenaran.

Refleksi
Marilah kita mengambil waktu hening sejenak dan merenungkan:

  • Apakah kita telah hidup dalam persekutuan dengan ALLAH? Hidup dalam terang kasih TUHAN!
  • Apakah kita sungguh mengalami dan meyakini anugerah pengampunan dan pendamaian dari ALLAH di dalam Kristus bagi kita yang berdosa?
  • Apakah kita mau terus hidup dalam persekutuan terang kasih ALLAH yang membuahkan kebenaran? 

Tekadku
Ya ALLAH, jadikan aku tetap hidup dalam persekutuan terang kasih-MU, dan tidak membawa diri dalam perbuatan kegelapan.

 

Tindakanku
Dalam situasi pandemi, dan juga di waktu selanjutnya, saya akan tetap hidup dalam kebenaran TUHAN sebagai buah hidup dalam terang kasih-NYA.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«