suplemenGKI.com

Rabu, 7 April 2010

06/04/2010

KEBESARAN TANGAN TUHAN

Mazmur 118:14-21

Mazmur 118 ini merupakan nyanyian puji-pujian penutup yang dinyanyikan pada malam Paskah sebagai pengakuan kebesaran TUHAN dalam hidup umat Israel.  Secara garis besar nyanyian pujian ini menceritakan kebaikan dan kesetiaan Tuhan kepada umat-Nya.

  • Apa saja perbuatan tangan TUHAN yang dipaparkan dalam bagian ini?
  • Bagi pemazmur, TUHAN itu diakui sebagai apa?
  • Bagaimana situasi dan kondisi pemazmur pada saat menuliskan pujian ini? Apakah dalam keadaan yang biasa-biasa saja?
  • Apa saja perbuatan tangan TUHAN dalam hidup saudara?
  • Ketika menghadapi persoalan, apakah saudara masih bisa merasakan perbuatan tangan TUHAN?

RENUNGAN

Hidup manusia tidak pernah terlepas dari kesulitan, tantangan, tekanan dan penderitaan.  Tidak seorangpun yang bebas dari pergumulan hidup, termasuk orang Kristen sekalipun.  Selama hidup di dunia manusia pasti berhadapan dengan persoalan yang harus diselesaikan.  Tantangan dan kesulitan hidup dapat berupa apa saja, mulai dari tekanan ekonomi, masalah kesehatan, pekerjaan, keluarga, dll.  Yang membedakan seseorang ketika menghadapi persoalan adalah bagaiamana cara pandang terhadap persoalan serta keyakinan akan kebesaran tangan TUHAN sebagai pribadi yang mengijinkan segala persoalan terjadi.

Ketika Pemazmur memaparkan kebesaran tangan TUHAN, apakah Pemazmur hidup dalam situasi yang aman dan sejahtera?  Pemazmur menuliskan ‘aku tidak akan mati, tetapi hidup dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan TUHAN’ (ay.17) dan juga ‘TUHAN telah menghajar aku dengan keras’ (ay.18).  Hal itu berarti Pemazmur juga menghadapi persoalan yang sangat menekan dirinya.  Namun, Pemazmur menyakini bahwa tangan TUHAN tidak akan membuat dirinya tidak berdaya, tetapi justru perbuatan tangan-Nya patut diceritakan (ay.17).

Di ayat 14 Pemazmur mengakui TUHAN itu sebagai kekuatan dan pujaan dalam hidupnya.  TUHAN sebagai penyelamat yang telah menyelamatkan dirinya.  Hal itu berarti Pemazmur telah merasakan bagaimana tangan TUHAN menyelamatkan dirinya, bukan hanya sekadar angan-angan atau harapan kosong.  Bagian selanjutnya, memperlihatkan bagaimana pemazmur memandang persoalan itu sendiri dan mengkaitkan persoalan itu dengan keberadaan TUHAN yang mengijinkan persoalan itu harus dia hadapi.  Pemazmur memaparkan TUHAN itu sebagai pribadi yang tangan kanan-Nya perkasa (ay.15), meninggikan/mengangkat dan melakukan keperkasaan (ay.16).  Bahkan tangan kanan TUHAN adalah tangan yang juga menghajar dengan keras, tetapi tidak untuk membinasakan (ay.18).  Artinya, tangan TUHAN adalah tangan yang mendidik umat-Nya agar trampil menyelesaikan persoalan serta tangan yang terus bekerja menyelesaikan persoalan dalam hidup umat-Nya.  Pemazmur telah menghadapi persoalan yang berat tetapi dia bisa menyelesaikan setiap persoalan yang terjadi karena kebesaran tangan TUHAN yang telah membawa dia berkemenangan dan memperoleh keselamatan (ay.21).

TUHAN yang telah bekerja dalam diri Pemazmur adalah TUHAN yang kini kita yakini.  Dia ada dan berkarya dalam hidup kita.  Kebesaran tangan-Nya tidak pernah berubah dan tidak pernah bergantung pada besarnya persoalan.  Dia sanggup menyelesaikannya.  Yang harus kita lakukan adalah serahkan hidup, lakukan perintah-Nya dan terimalah  kehendak-Nya.

Yakinilah kebesaran tangan TUHAN yang terus bekerja membawa kemenangan!

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*