suplemenGKI.com

Rabu, 7 Agustus 2013

06/08/2013

IMAN MEMBAWA KETAATAN DAN KEKUATAN

 

Ibrani 11: 1 – 3 , 8 – 16

 

Pengantar
Ada beberapa cara dapat dipilih atau dipakai untuk membuat seseorang menjadi taat di jalan yang benar, demikian pula untuk menjadikan seseorang menjadi kuat dalam menghadapi kesulitan atau tantangan hidup yang berat. Bacaan kita hari ini mengajak kita untuk melihat iman sebagai sesuatu yang dapat menghasilkan kedua hal tersebut. Iman membawa ketaatan yang bukan ketaatan di sembarang jalan. Iman menghasilkan ketaatan di jalan rencana TUHAN. Iman juga memberi kekuatan untuk menghadapi setiap kesulitan atau tantangan hidup yang dialami. Jadi mari kita memperhatikan bagaimana sesungguhnya penghayatan hidup beriman yang benar dan dapat dijadikan teladan. 

Pemahaman
Ayat 1 – 3             :  Apakah iman itu ?
Ayat 8 – 12           :  Bagaimanakah iman Abraham ?
Ayat 13 – 16         :  Apa yang dinyatakan mengenai tanah air sorgawi ?

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Jadi sesungguhnya seorang beriman akan terus melangkah atau berjalan dalam sebuah pengharapan yang dari waktu ke waktu terwujud dalam hidupnya, yang ketika awal melangkah atau mulai berjalan belum terwujud.

Itulah yang dilakukan dan dialami oleh Abraham. Ia taat melangkah atau berjalan memenuhi panggilan/suara TUHAN menuju suatu tempat yang penuh pengharapan walaupun belum melihat wujudnya. Jadi iman membawa pada sebuah ketaatan. Dan ketaatan akan menjadikan seseorang sampai pada pengharapan. Maka kita diajak tidak hanya berpikir tentang hubungan iman dan perbuatan, tapi juga hubungan antara iman dan ketaatan.

Sesungguhnya iman tidak saja membawa pada ketaatan, tapi juga memberi kekuatan yang luar biasa. Dengan ketaatan yang disertai kekuatan maka seorang beriman pada masa kini dapat pula melangkah atau berjalan menuju pengharapan yang digambarkan sebagai tanah air sorgawi, yaitu suatu tempat terbaik yang TUHAN sediakan bagi orang beriman. Suatu tempat yang sungguh pasti kita rindukan.

Refleksi
Marilah kita merenungkan tentang kehidupan beriman kita, apakah iman telah membawa kita pada sebuah ketaatan di jalan TUHAN dan merasakan kekuatan yang memberdayakan kehidupan kita. Dan bagaimana kita menghayati kehidupan iman yang dituntun oleh Roh Kudus yang TUHAN anugerahkan? Bisakah iman itu bertumbuh tanpa kehadiran Roh Kudus?

Tekadku
TUHAN, tumbuhkan dan nyalakan terus iman di dalam kehidupanku oleh karya Roh Kudus agar dapat mewujudkan ketaatan di jalan rencana TUHAN dan tetap kuat dalam segala kesulitan atau tantangan yang harus dihadapi.

Tindakanku
Mulai saat ini, saya akan memperhatikan kembali satu keputusan atau pilihan yang telah saya buat terkait panggilan/suara TUHAN yang coba saya wujudkan dalam perjalanan hidupku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*