suplemenGKI.com

Rabu, 6 Oktober 2021

05/10/2021

Amos 5:10-15

 

“Awas, Wadahnya Bocor”

Pengantar:
Tujuan orang giat bekerja adalah selain mencari nafkah untuk kehidupan sehari-hari, juga supaya bisa menabung agar ada persediaan di hari tuanya atau agar hidup tidak kekurangan. Tetapi ternyata selalu ada saja pengeluaran tak terduga. Ada anggota keluarga yang sakit harus dirawat di rumah sakit, kendaraan rusak, tagihan air, listrik telepon naik dan sebagainya sehingga harus menarik uang tabungan untuk membayar semuanya. Akibatnya tabungan bukannya bertambah tetapi semakin habis, ibarat mengisi air di ember yang bocor, makin diisi makin berkurang.

Pemahaman:

  1. Apa yang dilakukan para pemimpin Israel sehingga Tuhan mengingatkan mereka? (10-12)
  2. Apa yang bisa kita pelajari dari pernyataan di ayat 13?
  3. Apa yang dikehendaki Tuhan bagi umat Israel? (v. 14-15)

Pernyataan Amos 5:10-12 menunjukan bahwa para pemimpin umat Israel baik pemimpin agama maupun pemimpin politik bersikap tidak rendah hati sehinga tidak bersedia ditegur atau diingatkan. Bahkan mereka tidak segan-segan berlaku keji terhadap yang menegur mereka. Mereka juga berlaku tidak adil, menindas dan mengambil pajak dengan cara-cara yang tidak benar. Intinya para pemimpin baik tersebut telah melakukan kejahatan dan ketidakadilan kepada umat demi memperkaya diri sendiri sekalipun harus menindas yang lemah. Ada pernyataan menarik, mereka punya rumah yang bagus dan kebun anggur yang banyak tetapi sayang mereka sendiri tidak bisa menikmatinya, mengapa karena mereka berlaku tidak adil, menindas, menginjak-injak orang miskin dan suka menerima suap. Di tengah-tengah para pemimpin yang korup, tidak adil dan tidak rendah hati itu terkadang sebagai orang yang hidupnya benar menjadi serba salah. Karena ketika menegur atau menasihati mereka justru dimusuhi, tetapi kalau didiamkan berarti membiarkan kejahatan merajarela. Pilihan terbaik adalah tetap hidup dalam kebenaran di tengah banyaknya kejahatan dan ketidakadilan serta tetap menjaga ketaatan dan kesetiaan dalam kebenaran Tuhan, sungguh-sungguh mencari dan mengikuti jalan Tuhan dan tidak mudah tergoda untuk ikut-ikutan berbuat jahat maka Tuhan pasti akan menolong dan menyertai kita.

Refleksi:
Saudara-saudara, firman Tuhan hari ini mengingatkan kita untuk tidak mengumpulkan harta atau uang dengan cara yang tidak benar, karena itu sama dengan menyimpan air di wadah yang bocor.

Tekadku:
Tuhan ajarlah kami untuk selalu hidup jujur, tulus dan menjauhi kejahatan, maka Engkau akan selalu menyertai dan memelihara kami.

Tindakanku:
Mari saudara-saudara, kita belajar rendah hati untuk menerima teguran maupun nasihat terutama teguran dan nasihat firman Tuhan agar kita tidak terjerumus pada cara hidup yang tidak benar.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«