suplemenGKI.com

Mazmur 17:1-5

 

Keteguhan pada kebenaran di tengah penderitaan

 

Pengantar:
            Ada berbagai sikap untuk menghadapi orang yang menganggap kita musuhnya, misalnya: 1) Dengan menjadikan mereka sebagai seorang sahabat. 2) Dengan selalu membawa mereka yang menganggap kita sebagai musuh di dalam doa kita. 3) Dengan tetap menunjukkan sikap bersahabat kepada yang bersangkutan. Itu semua baik, tetapi apakah strategi pemazmur dalam menghadapi orang yang menganggapnya musuh?
Pemahaman:
1.      Apa yang menjadi maksud doa Daud dengan meminta Tuhan mendengar seruannya?

2.      Siapakah yang berhak menyelidiki hati manusia serta menilai salah dan benarnya?

3.      Apakah makna pernyataan Daud di ayat. 5?

Pemazmur Daud banyak sekali mengalami perlakuan tidak adil oleh orang-2 di sekitarnya. Alkitab menyaksikan, Daud pernah dimusuhi oleh kakak-2nya ketika ia hendak menghadapi Goliat, oleh Saul ketika ia sukses dalam perang dan oleh anaknya Absalom yang ingin merebut tahtanya, dan masih banyak lagi. Dimusihi, dipersalahkan bukanlah hal istimewa bagi Daud, yang istimewa adalah bagaimana sikap Duad ketika dia diperlakukan demikian. 1) Ketika dimusuhi Daud tidak berusaha membela diri, tetapi ia berseru berdoa meminta agar Tuhan yang bertindak untuk mendengar doanya untuk memberi penilaian atau penghakiman bagi yang bersalah dan yang benar. 2) Ketika dimusuhi Daud meyakini dirinya bahwa hanya Tuhan yang pasti sanggup menguji dan melihat hati manusia yang terdalam, mana yang sebenarnya bersalah dan mana yang benar. Terkait dengan itulah dia berusaha menjaga hati, pikiran, mulut dan perbuatannya agar jangan sampai melakukan kesalahan. 3) Ketika dimusuhi Daud tetap memilih untuk menyandarkan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Kasih dan kesetiaan Tuhan dimaknainya sebagai keajaiban yang tidak boleh diabaikan.

Pernyataan Daud di ayat. 5 menunjukkan bahwa betapa dia sangat kuat memegang komitmen dan keyakinannya kepada Tuhan dan tidak akan pernah tergoyahkan oleh apapun juga termasuk dimusihi oleh manusia, semua itu tidak akan membelokkan langkahnya untuk setia dan taat mengikut dan melayani Tuhan. Keteguhan hati pada kebenaran Tuhan tidak bisa digoyahkan oleh penderitaan apapun juga. Bagaiman dengan kita?

Refleksi:
Betapa sering kita mengalami hal serupa dengan Daud, yaitu dimusuhi, dipersalahkan dan sebagainya. Dan tidak jarang ketika kita berada dalam situasi demikian kita menjadi goyah dan berusaha untuk membalasnya. Kita tidak perlu melakukan itu semua, yang perlu adalah ketika diperlakukan tidak adil tetapkan berkomitmen mengikut dan melayani Tuhan Yesus dengan setia, serahkan pembelaan hanya kepada Tuhan Yesus.   

Tekad:
Tuhan ajarkan aku untuk tidak membalas apapun kepada orang-orang yang memperlakukan aku dengan tidak adil, tetapi berdoa bagi mereka agar Tuhan mengampuni mereka.

Tindakan:
Aku mau mengasihi Tuhan dengan memulainya melalui mengasihi mereka yang membenci aku. Sekalipun sulit, namun dengan pertolongan Tuhan aku akan dapat melakunannya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*