suplemenGKI.com

Rabu, 6 Mei 2009

Matius 7:7-11

                Setelah menyampaikan 7 hal  praktis (hal memberi sedekah, hal berdoa, hal berpuasa, hal mengumpulkan harta, hal kekuatiran, hal menghakimi, hal yang kudus dan berharga) yang berhubungan dengan cara hidup yang berkualitas, YESUS menambahkan satu hal yang tak kalah penting yaitu “Hal pengabulan doa”. Melalui perikop ini YESUS tidak hanya meminta anak-anakNya memiliki kebiasaan berdoa (Mat. 6:5-15), tetapi DIA juga “menjamin” akan menjawab doa anak-anakNya.

·         Ayat 7-8               : Prinsip doa seperti apakah yang dimaksudkan dalam ayat ini?

Apakah saudara mengimani bahwa ketika saudara datang dan meminta

saudara pasti  menerima, dengan mencari pasti mendapat, dan mengetok pasti

pintu akan dibukakan?

·         Ayat 9-11             : Melalui ayat-ayat ini, seperti apakah gambaran tentang ALLAH yang hendak

dikomunikasikan TUHAN YESUS kepada pendengarNya saat itu? Seperti apakah

gambaran saudara tentang ALLAH Bapa dalam hal pengabulan doa?

Renungan:

Pernah ada seorang Kristen berkata dengan sinis dan getir ,”Saya rasa Matius 7:7-11 ini ditulis hanya untuk menjebak seseorang agar mau menjadi Kristen. Saya menyesal telah masuk jebakan  (maksudnya: telah menjadi orang Kristen), itu karena buktinya seringkali saya tidak menerima walaupun sudah meminta, tidak mendapat meskipun sudah mencari, dan tidak dibukakan pintu padahal saya sudah lelah menggedor-gedornya.” Pernahkah saudara memiliki pengalaman tidak didengar doa saudara lalu saudara menjadi bingung memaknai Matius 7:7-dst ini? Ayat 7-8 memang sebuah jaminan pasti yang dikatakan oleh TUHAN YESUS sendiri dan apa yang dikatakan YESUS adalah “ya” dan “amin”. Hanya persoalannya, dalam realita keseharian mengapa jawaban doa seperti itu tidak selalu terjadi alias tidak klop? Untuk menjawab pertanyaan itu kita harus mencermati ayat 9 dan 10 dengan seksama.  Ayat 9 menggambarkan karakter ALLAH yang Maha Baik dan penuh kasih sayang seperti seorang bapa kepada anaknya. (Ayat 10) ALLAH bukan saja baik tetapi sangat tahu  dan peduli terhadap apa yang paling dibutuhkan oleh anak-anakNya. Kasih yang peduli ini mendorongNya untuk bertindak sesuai dengan kebutuhan yang berguna bagi setiap anak-anakNya. Kata “baik” dalam bahasa Yunani (ayat 11) adalah “agathos” yang berarti baik atau berguna. Jadi, ALLAH akan memberi jawab atas doa yang dipanjatkan asal itu sungguh-sungguh berguna menurut pandangan mataNya (menurut kehendakNya). Berguna untuk apa? Berguna bagi pertumbuhan dan kedewasaan iman sehingga dengan pertumbuhan dan kedewasaan  seperti itu akan merangsang munculnya buah Roh yang memuliakanNya.

“Setiap kali kita merasa TUHAN “tidak segera/sama sekali tidak” menjawab doa kita,

yakinlah bahwa ALLAH sedang merancang karya lain, yang jauh lebih berguna bagi kita”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

2 Comments for this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*