suplemenGKI.com

Rabu, 6 Maret 2013.

05/03/2013

Mazmur 32:1-6.

 

Kebahagiaan Orang Yang Diampuni Dosanya.

 

Pengantar:
Richard W. De Haan, penulis aktif renungan Our Daily Bread pernah bercerita dalam salah satu edisi tulisannya. Ada dua orang yang sejak kecil sudah bersahabat akrab (Joe dan Bill) Entah apa penyebabnya ketika mereka remaja, persahabatan itu menjadi hancur dan ke duanya menjadi bermusuhan sampai bertegur sapapun tidak mau. Suatu hari Joe sakit parah, kemudian dia berpikir mungkin dia akan segera meninggal dunia, dia tidak mau meninggal sebelum mereka berdamai. Lalu Joe minta tolong sahabatnya yang lain agar Bill datang menjenguknya supaya dia bisa minta maaf dan memaafkan Bill. Bill pun menyambut undangan Joe. Ketika keduanya berjumpa dan saling memaafkan, Joe yang sudah sakit parah menjadi bersemangat dan beberapa hari kemudian dinyatakan sembuh dari sakitnya. Begitu indah dan berkuasa pengampunan yang dilepaskan dan diterima oleh sesama.

 

Pemahaman:
Apa yang melatarbelakangi sehingga Daud mengungkapkan dengan begitu indah di ayat 1-2?

  1. Apa yang bisa menghalangi kita sehingga tidak bisa mengalami kebahagiaan atas pengampunan Tuhan? (3-4)
  2. Bagaimana supaya bisa mengalami kebahagiaan karena diampuni oleh Tuhan? (5-6)

Daud adalah seorang yang hebat, dia diperkenankan oleh Tuhan, raja yang berhasil bahkan hatinya dekat dengan Tuhan. Tetapi Daud juga mempunyai sisi kehidupan yang buruk, misalnya dia berdosa karena mengambil istri orang lain, dia membunuh banyak orang dan tentu masih banyak yang lain. Dengan demikian dia menyadari keberdosaannya itu,  itu sebabnya dia merasa pasti binasa bila tidak mendapatkan pengampunan dari Tuhan. Ungkapan-2 (diampuni, ditutupi, tidak diperhitungkan segala pelanggarannya) Menunjukan keyakinan Daud akan pengampunan Tuhan yang sempurna atas segala dosanya. Keyakinan  itu pulalah yang membuatnya bersukacita, berbahagia. Daud menyadari bahwa hanya dengan menerima pengampunan Tuhanlah hidupnya menjadi berharga, pulih dan bermakna.

Segala sikap menutup diri, berdiam diri, meratapi diri, merasa bersalah tanpa ada kemauan untuk datang dan terbuka memohon pengampunan Tuhan itu semua hanya menambah penderitaan dan kesakitan (Lih. v.3-4) Itulah sebabnya Daud berdoa, mengaku dan membuka diri kepada Tuhan sehingga Tuhan pun leluasa mengampuninya (Lih. v. 5-6)

 

Refleksi:
Renungkanlah, sudahkah kita dengan berani mengakui, menyadari dan membuka diri kepada Tuhan, dan tidak hanya berdiam diri, meratapi nasib, menyembunyikan dosa-dosa kita di hadapan Tuhan. melainkan mengungkapkan secara terbuka kepada Tuhan akan keberadaan kita! Maka sudah pasti pengampunan Tuhan itu tercurah dalam hidup kita. Itulah yang dapat membuat kita berbahagia, sukacita dan dipulihkan-Nya.

 

Tekad:
Saya mau berjuang dengan rendah hati membuka diri di hadapan Tuhan, sehingga segala-dosa-dosa saya beritahukan kepada Tuhan dan memohon pengampunan dari pada-Nya, sebab saya tahu bahwa Tuhan adalah maha pengampun dan pasti mengampuni dosa-dosa saya, jika saya dengan jujur mengaku dihadapan-Nya dan tidak mengulanginya lagi.
Tindakan:
Setiap hari saya harus menyelidiki hati saya, perbuatan saya dan perkataan saya. Jika ada yang bersifat dosa, maka saya akan segera mengaku dan memohon pengampunan Tuhan, agar saya tidak kehilangan kebahagiaan dari Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«