suplemenGKI.com

RABU, 6 JUNI 2012

05/06/2012

Mazmur 130

Dari Lembah Menuju Mezbah

 

PERTANYAAN PENUNTUN PEMAHAMAN ALKITAB

  1. Ayat 1-2: Apa yang hendak digambarkan pemazmur dengan ungkapan “dari jurang yang dalam”? Apa yang diharapkannya dari Tuhan?
  2. Ayat 3-4: Pemazmur mengawali doanya dengan sebuah pengakuan iman. Apa yang disebutkannya tentang Tuhan?
  3. Ayat 5-6: Setelah mengungkapkan pengakuan imannya, apa yang dilakukan pemazmur? Apa bentuk kehadiran Tuhan yang dinanti-nantikan oleh pemazmur?
  4. Ayat 7-8: Pemazmur menutup doanya juga dengan pengakuan iman. Apa isi pengakuan iman ini? Dibandingkan dengan pengakuan iman sebelumnya (ay.3-4), apa perbedaannya?
  5. Dalam hidup Anda sendiri, pernahkan Anda seperti berada di “jurang yang dalam”? Apa yang Anda lakukan dalam situasi tersebut?

 

RENUNGAN

Pemazmur menggambarkan keadaannya seperti berada di jurang yang dalam. Gambaran ini hendak mengungkapkan perasaan takut dan kesepian, terpisah dari Allah dan sesama. Gambaran seperti ini kerap digunakan untuk melukiskan kondisi rohani manusia yang jatuh dalam dosa. Dalam keadaan tersebut pemazmur memohon agar Tuhan tetap berkenan mendengan seruan doanya. Memang, dalam kondisi demikian kita juga sering merasa bahwa Tuhan tidak mendengar seruan doa kita.

Pemazmur membangkitkan kembali imannya dengan mengungkapkan sebuah pengakuan akan kasih setia Tuhan. Tuhan tidak mengingat-ingat kesalahan dan di dalam Tuhan senantiasa tersedia pengampunan. Pengakuan iman ini sangat penting bagi setiap orang yang menyadari keberdosaannya. Tanpa pengakuan seperti ini, kita akan putus asa oleh kuasa dosa dan oleh tekanan rasa bersalah. Sekarang, dengan dasar pengakuan iman di atas, pemazmur hanya perlu menunggu kehadiran Tuhan di dalam hidupnya. Kehadiran Tuhan yang sangat dinanti-nantikan oleh pemazmur adalah kehadiranNya dalam wujud firman Tuhan. Kerinduan pemazmur akan firman Tuhan sedemikian besarnya. Lebih besar dari kerinduan kebanyakan orang Kristen pada umumnya di masa kini. Alih-alih merindukan firmanNya kita lebih suka menyaksikan mujizat-mujizatNya yang luar biasa.

Pengakuan iman yang diungkapkan di akhir doa pemazmur berbeda dari pengakuan di awal doanya. Di sini pengakuan iman itu disertai dengan ajakan kepada segenap umat Tuhan. Dengan pengakuan iman ini pemazmur memberitakan kabar baik kepada mereka yang terbelenggu oleh dosa-dosanya. Jika Anda pernah memiliki pengalaman yang sama, dibebaskan dari jurang yang dalam, apakah Anda juga membagikan pengalaman Anda itu sebagai kabar baik bagi orang lain?

 

Tuhan mendengar suara terkecil dari domba-dombaNya,  bahkan meskipun mereka berseru dari jurang yang dalam.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»