suplemenGKI.com

Rabu, 6 Juli 2016.

05/07/2016

Amsal 7:21-27

 

Sadarlah! Karena Dosa Sangat Menggiurkan!

Pengantar:
“Tergiur” adalah sebuah istilah yang menjelaskan tentang “bangkit gairahnya, menarik perhatiannya, tergoda hasratnya” terhadap sesuatu yang kelihatan menarik, menawan atau nikmat. Pada umumnya seseorang gampang tergiur terhadap sesuatu karena penampilan yang dilihat kemudian terhubung dengan kondisi yang dialami saat itu sehingga segera ingin menikmatinya. Misalnya, ketika seseorang sedang lapar, kemudian di hadapannya tampak sepiring nasi lengkap dengan lauk-pauknya, maka orang yang sedang lapar itu dengan mudah tergiur untuk segera menikmati makan tersebut, tanpa memikirkan apakah makanan itu sudah kadaluarsa atau basi. Karena dia sangat lapar maka disantapnya juga makanan itu. Tidak lama kemudian dia mulai merasa sakit perut dan diare, maka barulah dia sadar bahwa itu adalah akibat dari makanan kadaluarsa yang dimakannya tadi. Tetapi terlanjur makanan itu sudah bersarang di dalam perutnya beserta kuman-kuman penyakit yang bisa membahayakannya.

Pemahaman:

  1. Apakah yang hendak dijelaskan penulis Amsal pada ayat 21-22?
  2. Apakah yang dijelaskan pada ayat ke 23?
  3. Apakah yang ingin ditekankan pada ayat 24-25
  4. Apakah yang hendak ditunjukkan pada ayat 26-27?

Penulis Amsal dengan sederhana hendak menjelaskan proses dosa menjerat kita, diibaratkan seperti seorang perempuan jalang melakukan aksinya untuk menjerat anak muda agar jatuh dipelukannya. Yaitu dengan merayu, membujuk dan menggoda dengan bibir yang licin. Itu hendak menjelaskan bahwa dosa menjerat kita, bukan dalam bentuk yang mencurigakan, menakutkan tetapi dengan cara yang manis, halus, mempesona. Tanpa kita sadari, ternyata dosa itu telah membawa kita pada area perangkap dosa.

Menyedihkan sekali, kita baru menyadari ketika kita mulai mengalami persoalan, penderitaan, kesusahan dan kegagalan dalam hidup. Saat itu kita seperti burung yang sudah tidak berdaya terkurung dalam perangkap. Kita seperti orang bodoh yang tidak berharga karena dosa telah menguasai dan memerintah hidup kita, hidup kita jauh dari Tuhan.

Amsal mengingatkan, agar terhindar dari perangkap dosa yang menggiurkan, kita harus mendengarkan, memperhatikan perkataan mulutku, itu berbicara tentang Hikmat dan Pengertian yang tentunya mengacu pada firman Tuhan. Firman Tuhan sebenarnya selalu berkumandang melalui renungan pribadi, mendengar khotbah, ibadah bersama orang-orang percaya. Namun kita justru mengabaikan begitu saja. Kita baru sadar ketika terperangkap dalam dosa, ketika penderitaan karena dosa menguasai hidup kita.

Refleksi:
Renungkan, seberapa dalam anda menyadari bahaya godaan dosa dalam hidup ini?

Tekad:
Berjanji untuk terus menjadikan firman Tuhan sebagai benteng terhadap serangan dosa.

Tindakan:
Buatlah komitmen untuk terus mendengar, memperhatikan setiap perkataan Tuhan melalui firman-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«