suplemenGKI.com

Rabu, 6 Januari 2021

05/01/2021

Mazmur 29:3-9

 

“Mengapa Tuhan Dimuliakan?”

 

Pengantar:
Secara umum orang yang mempunyai kualifikasi khusus atau keahlian khusus itu akan sangat dihormati atau disegani, karena dengan kualifikasi khusus yang dimilikinya tentu ia dapat diandalkan atau sangat diharapkan kontribusi positifnya bagi masyarakat. Memang tidak selalu orang yang memiliki kualifikasi khusus dapat memaksimalkan kemampuannya sehingga menjadi bermakna bagi masyarakat, karena ada juga yang justru menjadi batu sandungan. Oleh sebab itu jika ada orang yang dianugerahi kualifikasi khusus oleh Tuhan baiklah ia mempergunakannya untuk hal-hal yang positif dan bermakna bagi masyarakat. Tema renungan hari ini adalah “Mengapa Tuhan Dimuliakan?”

Pemahaman:

  1. Apa yang hendak ditunjukkan pemazmur melalui gambaran tentang suara Allah! (v. 3-4)
  2. Apa maknanya bahwa suara Allah bisa mendatangkan dampak seperti di ayat 5-9?

Pada ayat 3-4 dan 7 Pemazmur menggambarkan beberapa macam suara Tuhan, yaitu suara Tuhan seperti: di atas air, mengguntur, di atas air besar, penuh kekuatan, penuh semarak dan menyemburkan nyala api. Semua gambaran itu bukan untuk menunjukan kemarahan Tuhan, melainkan untuk mengekspresikan betapa dahsyat, berkuasa dan besarnya Allah itu. Kemudian pemazmur juga menunjukan berbagai dampak dari kedahsyatan suara Allah, seperti: suara Tuhan dapat mematahkan pohon aras, menumbangkan pohon aras Libanon, membuat gunung Libanon melompat seperti anak lembu, gunung Siryon seperti anak banteng, membuat padang gurun Kadesh gemetar, membuat beranak rusa betina yang sedang mengandung bahkan hutanpun menjadi gundul. Gambaran mengenai pengaruh atau dampak dari suara Allah itu ingin menunjukan bahwa memang Allah itu maha kuasa dan tidak ada yang dapat menandinginya. Melalui penggambaran tentang kedahsyatan suara Allah maupun dampak yang diakibatkan oleh suara Allah itu menjadi alasan mengapa semua makhluk, insan dan manusia harus memuliakan Tuhan. Bahkan mereka yang merasa paling terhormat pada konteks saat itu seperti para pejabat Bait Suci maupun Pemimpin agama juga harus memuliakan Allah. Hal itu jelas dari pernyataan Pemazmur pada anak kalimat “…dan di dalam bait-Nya setiap orang berseru: “Hormat!” Sebuah pernyataan penutup bagian ini yang mengajak sekaligus menjadi perintah keharusan untuk semuanya harus memuliakan Tuhan, karena memang Allah sajalah layak untuk dimuliakan. Bagaimana dengan kita saudara?

Refleksi:
Saudara-saudara, mungkin kita berkata dalam hati “saya sudah memuliakan Allah dalam hidup saya”, tetapi tahukah mengapa kita harus memuliakan Allah? Yaitu karena memang Dia adalah satu-satunya Allah yang maha kuasa dan tidak ada yang lain.

Tindakanku:
Mari saudara-saudara kita konkritkan wujud memuliakan Allah dengan cara kita memandang, memperlakukan dan menghargai segala ciptaan Allah dengan baik dan benar.

Tekadku:
Ya Tuhan, ampunilah kami karena baik disadari atau tidak disadari, kami sering gagal memuliakan Engkau khususnya ketika kami kurang menghargai ciptaan-Mu yang lainnya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«