suplemenGKI.com

BERITA INJIL BERI TELADAN

1 Korintus 15 : 1 – 11 

Pengantar
Tidak selamanya, apa yang kita ingatkan atau sampaikan kepada orang lain adalah sesuatu yang juga kita yakini dan kita wujudkan dalam hidup ini. Sebaliknya, hal baik yang kita yakini dan terima juga belum tentu kita ingatkan dan sampaikan kepada orang lain agar mengetahui dan mengalami hal yang baik seperti yang kita ketahui dan alami. Bacaan Alkitab kita hari ini, yaitu: surat 1 Korintus 15 : 1 – 11  dapat menjadi hal baik yang dapat kita ketahui, terima, dan yakini. Mari kita membaca dan merenungkannya.

Pemahaman
Ayat  1 – 2           :  Apa yang Rasul Paulus ingatkan tentang Injil TUHAN?
Ayat  3 – 8           :  Hal-hal penting apakah yang disampaikan Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus?
Ayat  9 – 11         :  Apa yang menjadi kesaksian (baca: pengakuan) Rasul Paulus tentang dirinya?

Rasul Paulus mengingatkan Jemaat TUHAN di Korintus terhadap Injil yang ia beritakan kepada mereka dan yang mereka terima, dan yang di dalamnya mereka teguh berdiri. Bahwa oleh Injil itu mereka diselamatkan, asal mereka teguh berpegang padanya. Ini sekaligus menjadi teladan bagi kita untuk hidup saling mengingatkan (baca: menjaga) satu dengan yang lain akan Injil yang telah kita terima dan kita pegang teguh, yang membawa pada keselamatan di dalam TUHAN YESUS Kristus.

Selanjutnya Rasul Paulus menyampaikan hal-hal yang sangat penting kepada mereka, yaitu apa yang telah ia terima sendiri, bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa IA telah dikuburkan, dan bahwa IA telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci; bahwa IA telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-NYA. Sesudah itu IA menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; Selanjutnya IA menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul. Dan yang paling akhir dari semuanya IA menampakkan diri juga kepadaku. Intinya bahwa apa yang Rasul Paulus sampaikan kepada jemaat adalah sesuatu yang juga telah ia terima dan akui (sesuai Kitab Suci), bahkan memiliki pengalaman perjumpaan langsung dengan TUHAN secara pribadi.

Namun Paulus dengan rendah hati mengakui bahwa ia adalah yang paling hina dari semua rasul, sebab ia telah menganiaya Jemaat Allah. Tetapi karena kasih karunia ALLAH maka ia ada sebagaimana ia ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan TUHAN kepadanya tidak sia-sia. Sebaliknya, ia telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi itu semua hanya karena kasih karunia ALLAH yang menyertainya. Injil yang kita terima, dan perjumpaan dengan Kristus seharusnya menghantar kita tidak saja pada sukacita tetapi juga pada sikap kerendahan hati.

Refleksi
Marilah kita mengambil waktu hening sejenak dan merenungkan:

  • Apakah kita telah menerima Injil Kristus dan memegangnya secara teguh?
  • Apakah kita telah bersaksi secara rendah hati akan pengalaman hidup setelah menerima Injil, bahkan jika mengalami perjumpaan pribadi dengan TUHAN? Sebagai sebuah teladan hidup. 

Tekad
Ya ALLAH, ajarlah aku untuk menerima dan berpegang teguh akan Injil Kristus, dan menjadi teladan hidup beriman yang rendah hati.

Tindakanku
Mulai hari ini, aku akan berusaha untuk saling berbagi kehidupan sebagai penerima Injil Kristus.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«