suplemenGKI.com

SETIA DALAM PENANTIAN

2 Petrus 3 : 1 – 15

Pengantar
Setia itu tidak sama dengan rajin. Setia mengandung makna keterkaitan dengan suatu pribadi atau sesuatu hal. Orang yang setia akan mengingat apa yang dipesankan atau diharapkan dari pribadi yang kepadanya ia berlaku setia. Jika setia dikaitkan dengan pribadi TUHAN, maka ada unsur kepercayaan (iman) di dalam sikap dan perilaku seseorang yang setia kepada TUHAN. Setia juga bukan sekedar banyak melakukan hal-hal yang dikehendaki TUHAN, tetapi yang melakukannya sampai akhir hidupnya, atau dalam konteks bacaan Alkitab hari ini, yaitu sampai akhir jaman (Hari TUHAN). Jadi mari kita membaca dan merenungkan surat 2 Petrus 3: 1 – 15  untuk mengetahui bagaimana bersikap setia dalam penantian.

Pemahaman
Ayat  1 – 7           :  Hal apa yang dipesankan (yang jemaat harus ingat) Rasul Petrus dalam bagian ini?

Ayat  8 – 10         :  Bagaimana pengetahuan (yang tidak boleh dilupakan jemaat) tentang hari TUHAN?

Ayat  11 – 15       :  Bagaimana umat harus mempersiapkan diri untuk menanti datangnya hari TUHAN?

Rasul Petrus menghendaki agar jemaat mengingat akan perkataan yang dahulu telah diucapkan oleh oleh nabi-nabi kudus dan mengingat akan perintah TUHAN dan Juruselamat yang telah disampaikan oleh rasul-rasul kepada mereka, karena pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek yang mempertanyakan (tidak mempercayai) adanya hari TUHAN, dan menganggap bahwa tidak ada keselamatan ataupun penghakiman pada akhir jaman.

Adapun hal yang tidak boleh jemaat lupakan adalah bahwa di hadapan TUHAN satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari. TUHAN tidak lalai menepati janji-NYA. TUHAN sabar terhadap umat manusia, karena menghendaki supaya jangan ada yang binasa, supaya semua orang berbalik dan bertobat. Jadi hari TUHAN pasti akan tiba, tetapi seperti pencuri yang tidak ada seorangpun yang tahu kapan datangnya.

Dalam menghadapi (baca: menanti) hari TUHAN, yang sungguh mahadahsyat (kehancuran langit dan bumi), jemaat diharapkan hidup dalam kesucian dan kesalehan. Bahwa TUHAN menjanjikan adanya langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran. Dan sambil menantikan semuanya ini, jemaat harus berusaha, supaya mereka kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-NYA, dalam perdamaian dengan DIA. Serta anggaplah kesabaran TUHAN sebagai kesempatan bagi kita untuk beroleh selamat. 

Refleksi
Marilah kita mengambil waktu hening sejenak dan merenungkan:

  • Apakah kita mengingat akan hal-hal yang TUHAN firmankan tentang keselamatan dan kehidupan akhir jaman?
  • Apakah kita sedia menantikan hari TUHAN dengan berupaya memiliki sikap hidup yang berkenan kepada-NYA?

Tekad
Ya ALLAH, buatlah aku mengingat akan Firman-MU dan setia dalam masa penantian akhir jaman.

 

Tindakanku
Mulai hari ini, aku akan fokus pada kehidupan yang diperkenan TUHAN, yaitu hidup dalam kekudusan dan kesalehan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*