suplemenGKI.com

Mazmur 112:1-10

 

 

Kebahagiaan Orang yang Mau Berubah

 

Pengantar
Mazmur 112 ini dikenal sebagai mazmur kebijaksanaan, dan terdiri dari 22 baris karena ditulis secara alfabetis Ibrani. Setiap barisnya berisi antara tiga atau empat kata. Hari ini kita akan bersama-sama merenungkan kebijaksanaan seperti apakah yang diajarkan dalam mazmur yang juga dinaikkan sebagai pujian kepada Tuhan ini.

 Pemahaman
- Menurut Saudara, apakah mungkin orang yang sedang takut mengalami kebahagiaan? Lalu, mengapa Pemazmur berkata “Berbahagialah orang yang takut akan Tuhan” (ay. 1)?

- Mengapa orang yang takut akan Tuhan disebut berbahagia? Berkat apa sajakah yang diterima oleh orang yang takut akan Tuhan?

 Pengertian kata “takut” dalam frasa “takut akan Tuhan” di dalam bahasa Ibrani sangatlah berbeda dari pengertian kata “takut” dalam frasa “takut terhadap ular”. Dalam frasa terakhir ini kata “takut” mengandung unsur kengerian. Akan tetapi dalam frasa pertama, kata “takut” mengandung pengertian “hormat kepada” atau “kagum akan”. Pengertian ini sangat gamblang dijabarkan dalam baris kedua dari mazmur ini, “yang sangat suka kepada segala perintah-Nya”. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa orang yang takut akan Tuhan memiliki ciri mencintai segala perintah Tuhan, bukannya menjauhi atau enggan terhadap perintah Tuhan.

Lebih lanjut Pemazmur menjelaskan betapa berbahagianya orang yang mencintai perintah Tuhan itu, sebab sekalipun dia menghadapi persoalan tapi Tuhan tetap memberkatinya. Anak cucunya akan perkasa di bumi, demikianlah kata Pemazmur ketika menyebutkan berkat Tuhan atas orang yang takut akan Tuhan. Itu berarti kebahagiaannya tidak hanya terjadi dalam masa hidupnya saja, melainkan akan terus bertahan sampai beberapa generasi sesudah dia.

Pemazmur juga menyebutkan betapa Tuhan akan melimpahi dia dengan kemakmuran, harta dan kekayaan. Kemakmuran itu dihubungkan dengan kebajikan, yaitu kesediaan untuk menolong orang yang membutuhkan baik dalam bentuk memberikan pinjaman (ay. 5) maupun dalam bentuk membagi-bagikan hartanya (ay. 9). Ia juga tidak akan berjalan dalam kegelapan, sebab setiap kali dia mengalami gelap, terang akan terbit baginya (ay. 4)

Lebih lanjut Pemazmur juga memberikan label “mujur” kepada orang yang takut akan Tuhan, serta “tidak akan goyah” dan “tanduknya akan ditinggikan”. Pengertian mujur di sini adalah patut dihormati sebagai orang baik, layak untuk dijadikan panutan. Karena itu ia tidak akan goyah, tidak akan gagal (BIS), atau tergelincir (TL). Sebaliknya, ia akan tetap kokoh, tanduknya sebagai lambang kemenangan akan ditinggikan.

Refleksi
Sejauh mana kita sudah berproses menjadi orang yang takut akan Tuhan? Seberapa besar kesukaan kita akan perintah Tuhan? Seberapa lama kita bersedih tatkala menyadari bahwa kehendak kita berlawanan dengan perintah Tuhan?

Tekad
Doa: Tuhan, tolonglah saya untuk mencintai perintah-perintahMu. Amin.

Tindakan
Dalam minggu ini mari meluangkan waktu minimal 30 menit setiap hari untuk merenungkan firman Tuhan, agar dapat memahami perintah-perintah Tuhan. 

=====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«