suplemenGKI.com

Rabu, 5 Oktober 2011

04/10/2011

Mazmur 23:1-3

Yehovah Ra’ah: Tuhan adalah gembala yang baik 

            Anda mungkin sudah sangat sering mendengar kata gembala. Secara umum pengertiannya adalah orang yang berprofesi sebagai penjaga ternak. Namun dalam kamus bahasa Indonesia diartikan bahwa gembala adalah “Pemelihara ternak” Saya lebih senang dengan arti yang diberikan oleh kamus bahasa Indonesia, yaitu dengan kata pemelihara ternak, karena memiliki pemahaman yang lebih dalam dan lebih luas. Dikatakan memiliki pemahaman “lebih dalam” adalah karena seorang gembala tidak hanya bertanggungjawab untuk menjaga ternaknya tetapi juga memelihara, dalam arti selain menjaga juga meyediakan segala kebutuhan ternaknya. Sedangkan Pemahaman  yang “lebih luas” artinya sang gembala tidak hanya peduli dengan kebutuhan ternaknya pada saat sekarang atau saat ternak itu membutuhkan saja tetapi kebutuhan, keadaan yang masih  jauh ke depanpun menjadi kepeduliaan sang gembala. Bacaan kita hari ini, berbicara tentang Tuhan adalah gembala yang baik.  Di mana pemazmur memakai berbagai kata-kata kiasan untuk menggambarkan sosok gembala yang baik. 

Pertanyaan-pertanyaan penuntun:

  1. Apa yang ingin ditekankan dalam pernyataan “Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku” (1)
  2. Dalam bentuk apa saja Tuhan memelihara umatNya (2-3)?
  3. Bagaimana kita dapat mengalami pemeliharaan Allah sebagai gembala yang baik? 

Renungan:

            Pada ayat 1, pemazmur ingin mengungkapkan sebuah pengakuan yang kuat akan posisi Allah dalam hidupnya. Posisi Allah itu adalah sebagai gembala yang baik dalam arti sebagai pemelihara, pelindung, penjaga dan pengayom yang tidak ada duanya. Itu sebabnya pemazmur dengan mantap mengatakan Tuhan adalah gembala [ku] menunjukkan bahwa sekalipun di sekitarnya atau ada pihak-pihak tertentu yang menawarkan diri ingin menjadi gembala bagi pemazmur, itu tidak akan mengubah pendirian pemazmur yang telah mengaku bahwa satu-satunya gembala yang baik baginya adalah Allah. Keyakinan itu telah mengantar pemazmur pada pemahanan bahwa selama dia menjadikan Tuhan sebagai gembalanya, maka ia yakin tidak akan kekurangan sesuatupun dalam hidupnya.

            Untuk memperkuat keyakinannya akan kebaikan gembala yang dipercayainya, pemazmur kemudian mendaftarkan banyak hal yang bisa dialami, diperoleh dan disediakan oleh Allah baginya. Diantaranya, Tuhan membaringkan aku di padang yang berumput hijau, sebuah kiasan bahwa Allah memelihara dalam hal kebutuhan jasmani. Membimbing aku ke air yang tenang, sebuah kiasan bahwa Allah memelihara dalam hal ketenangan/kedamaian. Menyegarkan jiwa, berkaitan dengan begitu banyaknya persoalan yang bisa membuat jiwanya kusut namun akan disegarkan oleh gembala yang baik. Dan menuntun ke jalan yang benar. Sejak manusia jatuh dalam dosa, tidak ada satupun jalan manusia yang benar (Roma 3:9-18) kecenderungan manusia adalah berbuat dosa. Satu-satunya penuntun yang baik adalah Allah yang setiap saat bersedia menjadi gembala untuk membawa manusia berdosa ke jalan yang benar. Walaupun di tengah banyaknya hambatan, tantangan dan penderitaan kemampuan dan kekuatan sang gembala yang baik itu tidak akan berkurang apalagi meninggalkan umatNya.

            Lalu bagaimana kita dapat mengalami pemeliharaan sang gembala yang baik itu? Seringkali orang berpikir bahwa Allah sebagai gembala yang baik itu sama seperti ketika melihat angon sapi, bebek atau hewan lainnya, tentu saja tidak demikian, gembala yang baik menyatakan pemeliharaanNya adalah melalui apa yang telah diberikanNya kepada setiap orang ciptaanNya. Mulai dari kemampuan, talenta, hikmat dan kelebihan-kelebihan positif yang dimiliki orang tersebut akan Tuhan pakai untuk menyatakan penggembalaanNya. Tugas kita adalah mengembangkan apa yang Tuhan sudah berikan itu. Dan tentu Allah tidak pernah membiarkan kita mengembangkan semau gue sendiri, melainkan dituntunNya, diarahkanNya dan ditambahkanNya. Karena Gembala yang baik itu tidak pernah jauh melainkan selalu bersama dengan kita sebagai domba-dombaNya. Itulah sebabnya kita dituntut untuk setia berjalan bersama dengan Dia senantiasa. 

“Tuhan ingin selalu bersama dengan umatNya untuk mengajar, menuntun dan menopang setiap domba-dombaNya, karena Dia adalah Imanuel”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«