suplemenGKI.com

Bacaan : Yosua 24 : 16-28.

“PILIHAN YANG TEPAT”

 

PENGANTAR.
Yosua telah memberikan teladan yang baik dalam menentukan pilihannya, yaitu memilih untuk beribadah dan menyembah Tuhan. Sekarang giliran umat Israel menentukan pilihannya. Apakah umat Israel akan memilih seperti Yosua yaitu beribadah dan menyembah kepada Tuhan atau justru sebaliknya?  marilah kita menyimak renungan hari ini.

PEMAHAMAN.

  1. Bagaimana jawaban umat Israel terhadap perenungannya ? ( ayt 16-18 )
  2. Apa konsekwensi dari pilihan umat Israel ?jika memilih Tuhan ? jika memilih allah lain ? ( ayt 19- 20 ).
  3. Bagaimana umat Israel menentukan pilihannya ? ( ayt 21-24 )
  4. Apa yang dilakukan Yosua terhadap pilihan  umat Israel ? ( ayt 25-28 )

Keputusan Yosua dan keluarganya untuk tetap dan terus beribadah dan menyembah Tuhan menjadi perenungan umat Israel dalam memutuskan dan menentukan iman mereka. Dalam keputusannya mereka berkata : “jauhlah dari pada kami meninggalkan Tuhan untuk beribadah kepada allah lain”. Mereka memutuskan untuk beribadah dan menyembah kepada Tuhan saja dan tidak kepada allah lain. Namun Yosua mengingatkan mereka bahwa sikap umat Israel yang memilih untuk beribadah kepada Tuhan bukanlah suatu yang mudah untuk dilakukan, sebab  beribadah dan menyembah kepada Tuhan berarti umat Israel menyembah kepada Allah yang kudus, Allah yang cemburu yang tidak akan mengampuni kesalahan dan dosa. ( ayt 19 ). Allah yang kudus berarti Dia akan membinasakan  semua hal yang cemar dan berdosa dan akan menghukum umatnya yang tidak setia. Ia juga Allah yang cemburu artinya Allah tidak bisa dipersekutukan dengan  allah lain. Dia adalah Allah yang Maha kuasa pencipta dan penyelamat bagi umat manusia. Oleh sebab itu  beribadah, menyembah dan melayani Dia membutuhkan penyerahan secara totalitas. Tuhan berkehendak  dikasihi dan disembah dengan segenap hati, jiwa dan kekuatan. Tuhan menolak ibadah dan penyembahan yang dilakukan dengan setengah hati.

Keputusan untuk memilih beribadah dan menyembah Tuhan ternyata tidak berubah, umat Israel  memilih untuk tetap setia dan beribadah kepada Tuhan. “kepada Tuhan Allah kita, kami akan beribadah dan Firmannya akan kami dengarkan”.  Mereka dengan sungguh-sungguh mengucapkan ikrar yaitu sumpah setia kepada Tuhan dan bersedia  mendengarkan FirmanNya senantiasa. Atas dasar tersebut Yosua mengikat perjanjian  dan membuat ketetapan serta peraturan bagi mereka.

Setiap pilihan pasti ada konsekwensinya, oleh sebab itu pilihlah yang tepat dan benar.  Jika kita memilih untuk tetap beriman kepada Tuhan Yesus , itu merupakan pilihan yang tepat dan benar. Namun kita dituntut  untuk beribadah dan melayani Tuhan dengan totalitas. Sanggupkah saudara, marilah kita berjuang. Amin.

REFLEKSI’
Renungkanlah ! apakah pilihan saudara ? tetap beriman kepada Tuhan atau allah lain ? tahukah saudara konsekwensi dari pilihan saudara ? sanggupkah saudara beribadah dan menyembah Tuhan secara totalitas ?

TEKADKU.
Ya Tuhan tolonglah saya supaya konsisten dengan pilihan saya. Sanggupkanlah saya untuk untuk beribadah dan menyembah Tuhan secara totalitas.

Tindakanku.
Mulai hari ini saya harus  bertekad untuk setia beribadah dan melayani Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*