suplemenGKI.com

Rabu, 5 Mei 2021

04/05/2021

DEMI KASIH-NYA

Mazmur 98:1-3

 

PENGANTAR
Tindakan baik bagi orang lain belum tentu dimulai oleh motivasi yang baik.  Sebab bisa jadi demi kepentingan diri sendiri, bukan semata-mata demi kebaikan orang lain.  Misalnya, untuk mendapatkan jabatan yang diinginkan atau untuk mendapatkan pengakuan diri dari orang-orang di sekitar.  Bagaimana dengan Allah, apa yang menjadi motivasi persahabatan-Nya dengan kita?  Bacaan hari ini mengajak kita untuk memahami alasan dibalik tindakan Allah yang bersahabat.  Mari kita membaca dan merenungkan!

PEMAHAMAN

  • Apa yang Allah ingat dalam relasinya dengan Israel? (ayat 3a)
  • Apa yang menjadi kesaksian tentang karya Allah? (ayat 3b)
  • Apa yang mendorong kebaikan kita kepada sesama?

Seolah terdengar aneh bila Allah tetap mengasihi Israel yang telah berulang kali mengecewakan-Nya;  atau apakah Allah sebenarnya terpaksa mengasihi Israel,  umat pilihan-Nya itu?  Lantas demi apa Allah tetap mempertahankan kasih-Nya kepada Israel yang sekaligus menjadi gambaran sikap manusia? Sangat menarik ketika kita membaca dan merenungkan penghayatan pemazmur, dalam perikop ini, tentang Allah dalam relasinya dengan manusia.  Pemazmur meyakini tindakan Allah semata-mata didorong oleh kasih-Nya;  bukan hal yang lain (ayat 3a).  Allah tahu resiko mengasihi manusia. Tapi Allah tetap menyatakan kasih-Nya. Namun demikian, Allah juga sangat tidak mungkin mendasarkan tindakan dan janji-Nya kepada manusia yang mudah berubah.

Yang paling mungkin adalah Allah melakukannya demi kasih dan kesetiaan yang ada pada diri-Nya.  Dasar tindakan Allah adalah “Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel” (ayat 3a).  Allah melakukan karena Dialah sumber kasih bagi manusia.  Apapun yang terjadi, kasih Allah kepada manusia tidak pudar.  Ikatan kasih setia Allah kepada manusia bersifat kekal dan tidak dipengaruhi kasih dan kesetiaan manusia kepada-Nya.  Kasih pada diri-Nya itulah yang menjadi alasan terbaik Allah mengasihi manusia.

Kehidupan kita sebagai murid Kristus dikenal umum identik dengan kasih.  Tentunya pengenalan tersebut bukan tanpa alasan.  Semua bermula dari Allah yang meneladankan kasih dalam tindakan orang percaya yang menjadi kesaksian bagi banyak orang.  Sehingga “segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah” (ayat 3b).  Mari terus mewartakan kasih Allah bukan hanya dalam berita, tetapi juga melalui tindakan nyata. Kiranya kasih tetap menjadi motivasi ketika kita mengerjakan segala sesuatu dalam kehidupan dan pelayanan.

REFLEKSI
Mari merenungkan: sebagaimana Allah menyatakan karya kasih-Nya, maka menjadi sahabat Kristus berarti meniadakan kepentingan lain, selain kasih yang kita wujudkan melalui tindakan nyata bagi sesama. 

TEKADKU
Tuhan, tolonglah agar kasih Kristus itulah yang memotivasi aku dalam kehidupan bersama.  Mampukan aku untuk melakukan tindakan nyata bagi sesama yang didorong karena kasih bukan kepentingan diriku sendiri.    

TINDAKANKU
Untuk mengasah kasihku, hari ini aku mau melakukan sesuatu bagi sesama yang aku mulai bagi anggota keluargaku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»