suplemenGKI.com

Rabu, 5 Juni 2013

04/06/2013

Mazmur 30:8-12

 

Kasih Dan Kepedulian Allah Bapa Membangkitkan Pengharapan

 

Pengantar
Kesalahan Raja Daud telah mengakibatkan kemarahan Allah, namun ketika ia sujud memohon pengampunanNya (I Tawarikh 21:16), Allah Bapapun mengampuni Daud. DipulihkanNya keadaan Israel dan juga relasi Daud dengan Tuhan, sehingga Daud dapat mengatakan: “Aku yang meratap telah Kaubah menjadi orang yang menari-nari, kain kabungku telah Kaubuka, pinggangku Kauikat dengan sukacita, …” (Mazmur 30:11). Semua itu semata-mata karena kasih dan kepedulian Allah kepada umat manusia ciptaanNya. Tanpa kasih dan kepedulianNya, umat manusia akan selamanya berada dalam belenggu dosa, tanpa pengharapan.

 

Pemahaman
Ayat 8-9         :  Dalam seruan dan doa permohonannya  (ayat 8) Daud
                              mengatakan kata-kata sebagaimana tertulis pada ayat 9.
                              Apa makna kata-kata tersebut? Bandingkan dengan ayat 7b
                              (Daud terkejut mengetahui bahwa Allah
                              telah menyembunyikan wajahNya).
Ayat 10          :  Apa inti doa permohonan Daud? Apa yang Daud akui tentang
                             Tuhan? Bandingkan bahwa sebelumnya Daud telah membuat
                              kesalahan dengan “lebih mengandalkan” pasukannya
                              (I Tawarikh 21:1-5).
Ayat 11          :  Apa makna kata-kata Daud dalam ayat ini? Sandingkan dengan
                             I Tawarikh 21:27.
Ayat 12          :  Apa respons Daud ketika menerima pengampunan dan 
                             pemulihan karena kasih dan kepedulian Allah kepadanya dan
                             kepada umat Israel? Bukankah hanya orang yang
                             berpengharapanlah yang akan mampu menyanyikan syukur
                             kepada Tuhan selama-lamanya.

Ketika kita dengan sungguh-sungguh datang bersujud kepada Tuhan dan mengakui segala kesalahan kita, Tuhan yang penuh kasih dan kepedulian akan menghidupkan pengharapan baru dalam diri kita untuk bangkit kembali.

Refleksi
Sebagai manusia yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah serta telah diberi kesempatan menjadi murid Kristus, bukanlah sudah seharusnya kita juga terpanggil untuk meneladaniNya? Dengan  bergantung penuh pada pertolonganNya kita pasti juga dimampukan untuk menunjukkan kasih dan kepedulian dalam bentuk karya-karya nyata bagi kaum lemah untuk membangkitkan dan menghidupkan harapan dalam diri mereka?

Tekad
Aku ingin seperti Tuhanku yang penuh kasih dan kepedulian. Aku mau belajar mengampuni dan belajar untuk lebih peka terhadap kebutuhan orang lain sehingga aku mampu menunjukkan kasih Kristus kepada banyak orang di sekitarku. 

Tindakan
Mulai saat ini aku akan berperilaku seperti Tuhanku, yang dengan penuh kasih dan kepedulian, agar semakin banyak orang bisa bangkit dari “keterpurukannya” karena memiliki pengharapan baru di dalam diri mereka.

=====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»