suplemenGKI.com

Yesaya 58:13-14.

 

“Beribadah Pada Hari Minggu, Wujud Ketaatan Kepada Tuhan”

Pengantar:
Sebuah cuplikan dari artikel tentang sikap sebagian orang Kristen terhadap hari Sabat yang kita kenal sekarang sebagai hari Minggu. Menurut artikel tersebut, bahwa masih banyak orang yang mengaku diri Kristen tetapi tidak bisa merasakan betapa nikmatnya merayakan hari Minggu. Bahkan sebagian orang Kristen merasa terganggu dan terbebani dengan perintah untuk beribadah pada hari Minggu. Bagi mereka yang suka bekerja keras tanpa batas, Minggu dianggap sebagai penghalang untuk mendapatkan keuntungan materi yang lebih banyak. Bagi mereka yang ingin beristirahat dari rutinitas kerja, Minggu dipandang sebagai halangan untuk beristirahat lebih lama. Semua sikap ini muncul karena ketidaktahuan tentang apa sebenarnya hari Minggu itu. Sabat dalam Perjanjian Lama berbicara tentang kenikmatan, bukan beban dan gangguan. Kenikmatan sabat lebih bermakna daripada berbagai kenikmatan yang biasanya kita upayakan di hari-hari yang lain. Yesaya 58:13-14 mengajarkan bahwa ada keistimewaan yang luar biasa dari Hari Sabat, mari kita perhatikannya.

Pemahaman teks:

  1. Penghayatan apakah yang hendak ditekankan pada ayat 13?
  2. Penghayatan apakah yang hendak ditekankan pada ayat 14?

Perjanjian Lama memberikan penekanan khusus terkait dengan menghormati hari sabat (band. Kel 20:8 “ Ingatlah dan kuduskanlah hari sabat”; Yesaya 56:2 “Berbahagialah orang yang melakukannya, dan anak manusia yang berpegang kepadanya: yang memelihara hari sabat dan tidak menajiskannya, dan yang menahan diri dari setiap perbuatan jahat” Betapa pentingnya menghormati hari sabat, sehingga jika ada orang yang tidak menghormatinya ia disamakan dengan berbuat jahat. Konteks bacaan Yesaya 58:13-14 adalah ketika bangsa Israel sedang berada di pembuangan di Babel, mereka dituntut untuk menghormati hari sabat sebagai wujud rasa hormat dan ketaatan kepada Allah Sang Pencipta langit dan bumi serta segala isinya. Selain itu menghormati hari sabat bagi umat Israel saat itu adalah juga untuk  membedakan diri mereka dari para penyembah dewa-dewa di Babel (Lih. Yes 56:1-8) Pada ayat 13 dijelaskan secara detail tentang menghormati hari sabat, yang intinya bahwa umat harus lebih fokus beribadah, bersekutu dan merayakan hidup bersama Tuhan dari pada memusingkan diri dengan segala urusan yang bisa menghambat kenikmatan beribadah kepada Tuhan apalagi memanjakan diri dengan segala kesenangan, kenikmatan dan keuntungan dunia pada hari sabat. Sedangkan ayat 14 intinya berbicara tentang apa yang akan dialami atau diperoleh oleh umat jika menghormati dan menguduskan hari Sabat, yaitu hidup akan lebih bermakna dan penuh kedamaian. Tuhan juga berjanji akan memampukan umat melewati kehidupan walau banyak tantangan dan akan memberkati kehidupan jasmani umat yang menghormati dan menguduskan hari sabat Tuhan.

Refleksi:
Mari kita merenung sejenak. Jika saudara ditanya, sejauh mana saudara memahami pentingnya beribadah di gereja hari minggu? Apakah saudara adalah orang Kristen yang menghormati hari minggu? Apakah hari minggu menghalangi kesenangan saudara? Bagaimana jawab saudara! 

Tekadku:
Tuhan, ampunilah saya jika selama ini saya belum bisa menghormati hari Minggu sebagai hari yang penting untuk menikmati kasih, anugerah dan berkat-Mu dalam hidup saya.

Tindakkanku:
Saya mau berkomitmen untuk menghormati hari Minggu dengan lebih mengutamakan untuk beribadah kepada Tuhan sebagai wujud ketaatan, kasih dan hormat saya kepada Tuhan Yesus yang telah menyelamatkan saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«