suplemenGKI.com

Rabu, 5 Agustus 2020

04/08/2020

PAKAILAH AKU JALAN BERKATMU

Matius 15:32-39

 

Pengantar
 “Pakailah aku, jalan berkat-Mu, memancarkan cahaya-Mu!

Buatlah aku, saluran berkat, bagi siapa yang risau penat.”

Apakah Refrain lagu NKB  200 ini  bisa dilakukan oleh semua orang Kristen? Bagaimana kalau kondisi kita dan keluarga kita sendiri dalam risau penat dan tidak berlimpah berkat; apakah kita  masih bisa jadi jalan berkat? Marilah kita berkaca dari cermin Firman TUHAN hari ini!

Pemahaman

  • Ayat 32 : Mengapa hati TUHAN YESUS tergerak oleh belas kasihan?
  • Ayat 33 : Bagaimanakah respons para murid ketika mereka diminta memberi makan orang banyak?  Mengapa mereka merasa tidak sanggup?
  • Ayat 34-39 : Pelajaran apakah yang Saudara dapatkan dari mujizat yang dibuat TUHAN YESUS  seperti diceritakan dalam ayat-ayat ini?

TUHAN YESUS meminta para murid memberi makan ribuan orang yang dalam kondisi lelah dan lapar karena telah tiga hari mengikuti-Nya. Tentu perintah ini tidak mudah dilakukan. Mana mungkin di tempat yang sunyi mereka dapat berbelanja makanan untuk ribuan orang itu. Ini perintah yang mustahil dilakukan. Itulah kira-kira yang dipikirkan para murid pada waktu itu. Akan tetapi ternyata belas kasihan TUHAN YESUS tak bisa dihentikan oleh kekurangan dan keterbatasan para murid-Nya. Maka para murid pun diajak  untuk melihat dan mensyukuri berkat yang sesungguhnya masih mereka miliki yaitu 7 roti dan beberapa ekor ikan kecil. Bagi para murid itu tak berarti dan tak mungkin bisa menjadi berkat yang dapat dinikmati oleh ribuan orang. Tapi bagi TUHAN YESUS, sesedikit  apa pun berkat itu perlu disyukuri dan  bisa diubah menjadi berkat yang berguna bagi banyak orang. Setelah mengucap syukur, 7 roti dan beberapa ikan kecil itu dipecah-pecahkan dan dibagikan kepada ribuan orang. Matius mencatat, yang ikut menikmati berkat itu adalah 4000 orang laki-laki, belum termasuk perempuan dan anak-anak. Dan masih ada sisa tujuh bakul penuh.

Mujizat dibuat oleh TUHAN YESUS dengan memanfaatkan berkat yang kurang diperhitungkan oleh para murid.  Dengan mau menyerahkan 7 roti dan beberapa ekor ikan kecil kepada TUHAN YESUS, maka  para murid dapat menjadi saluran berkat bagi ribuan orang.  Belas kasihan dan kuasa KRISTUS mampu mengubah berkat yang hanya sedikit menjadi berlimpah.  Peristiwa ini mau memberikan pelajaran kepada kita bahwa ketika kita hidup bersama TUHAN YESUS, kita diajar untuk selalu berbelas kasihan kepada mereka yang lemah. TUHAN memakai kita menjadi jalan berkat kepada banyak orang. Namun kita mesti berani mensyukuri dan menyerahkan apa yang kita miliki, sesedikit apa pun, untuk dipakai menjadi jalan berkat TUHAN.

Di masa pandemi Covid 19 ini, tak sedikit keluarga yang berkurang penghasilannya dan merasa tak mampu membantu orang lain sebab untuk kehidupan keluarga sendiri pun belum tentu cukup. Namun justru di masa pandemi ini, TUHAN juga memanggil kita untuk melihat kondisi kawan dan tetangga yang kondisinya jauh lebih memprihatinkan. Apakah kita memiliki hati seperti KRISTUS yang selalu berbelas kasihan? Kita tetap bisa jadi jalan berkat bagi keluarga lain bila kita persembahkan apa yang masih kita miliki untuk dipakai menjadi jalan berkat TUHAN.  Dalam kasih dan kuasa KRISTUS, kita selalu dimampukan menjadi jalan berkat bagi orang lain.

Refleksi
Dalam keheningan, tuliskanlah  berkat-berkat yang masih Saudara miliki dan apakah Saudara berani menyerahkan apa yang Saudara miliki untuk dipakai TUHAN menjadi jalan berkat-Nya? 

Tekadku
TUHAN mampukanlah aku menghargai setiap berkat yang masih kumiliki dan berikanlah aku keberanian dan tekad untuk menjadi jalan berkat-Mu.

Tindakanku

  • Aku akan melatih seluruh anggota keluargaku untuk peduli dan berbelas kasihan pada mereka yang lemah dan dalam kekurangan.
  • Aku akan  mengajak seluruh anggota keluargaku mengumpulkan berkat masing-masing dan menyalurkannya kepada kawan atau tetangga yang membutuhkan.
Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«