suplemenGKI.com

Rabu, 5 Agustus 2015

04/08/2015

Efesus 4:25-29

MULUTMU, HARIMAUMU

 

PENGANTAR
“Mulutmu adalah harimaumu!” Ungkapan ini mengingatkan kita agar kita berhati-hati ketika berbicara. Jika tidak, perkataan yang kita ucapkan akan mencelakakan diri kita sendiri.Nasihat dalam ungkapan ini sangatlah penting karena setiap hari kita menggunakan mulut kita untuk mengeluarkan ribuan kata-kata. Harus kita akui bahwa mengendalikan lidah untuk mengeluarkan kata-kata yang berkualitas bukanlah hal yang mudah. Meskipun usia kita semakin bertambah, tidak secara otomatis perkataan kita semakin berkualitas. Apa yang lebih sering terjadi justru sebaliknya: semakin bertambah usia, kita semakin takut mengatakan kebenaran dan semakin banyak kata-kata yang “tidak bermutu” keluar dari mulut kita.

PEMAHAMAN

Ay. 25            Hal apa saja yang dapat mendorong seseorang berdusta? Apa nasihat Paulus untuk mengatasi kebiasaan berdusta?

Ay. 29            Menurut Anda, hal apa saja yang dapat dikategorikan sebagai “perkataan kotor”? Apa nasihat Paulus untuk menghilangkan kebiasaan berkata-kata kotor?

Ada berbagai hal yang dapat mendorong seseorang berdusta, mulai dari keinginan untuk menarik perhatian, hingga menyembunyikan kesalahan. Dalam kondisi tertentu, berdusta dapat menjadi jalan keluar untuk meloloskan diri dari tanggung jawab dan bahkan jalan pintas untuk mendapatkan keuntungan. Karena “menguntungkan”, tidak heran bila beberapa orang menggunakan dusta sebagai jurus andalan hingga akhirnya menjadi kebiasaan. Untuk mengobati kebiasaan berdusta, Paulus menasihati agar kita berkata benar seorang kepada yang lain.Berhenti berdusta saja tidaklah cukup, melainkan harus diganti dengan tindakan positif yang sebaliknya, yaitu berkata benar.

Hal yang serupa juga berlaku bagi kita yang sudah terlanjur terbiasa berkata-kata kotor. Untuk menghentikannya, tidak cukup hanya berhenti berkata-kata kotor. Kita harus memprogram ulang mulut kita dan melatihnya untuk mengeluarkan kata-kata yang membangun. Perlu dicatat bahwa yang dimaksud dengan “kata-kata kotor” di sini bukan hanya kata-kata umpatan. Kata-kata kotor di sini dapat diterjemahkan sebagai “kata-kata yang merusak,” termasuk kata-kata yang melukai, menghina/merendahkan, dan mematahkan semangat orang lain. Untuk membuangnya kita harus belajar mengeluarkan kata-kata yang menyembuhkan (misalnya, meminta maaf), menghargai (misalnya, berterima kasih), dan membangun semangat orang lain (misalnya, mendoakan mereka).

REFLEKSI
Berapa banyak orang di sekitar Anda yang telah terluka oleh kata-kata Anda? Apa dampaknya bagi Anda sendiri? Ketika kita mengucapkan kata-kata yang tidak bermutu, sesungguhnya kita juga sedang merusak diri kita sendiri.

TEKADKU
Tuhan, terima kasih telah menegur dan mengingatkan aku agar berhenti mengeluarkan kata-kata yang tidak bermutu, khususnya dusta dan kata-kata kotor. Mulai hari ini aku akan belajar untuk lebih banyak mengeluarkan kata-kata yang menyembuhkan, menghargai, dan membangun semangat orang lain.

TINDAKANKU
Aku akan mengucapkan kata-kata yang menyembuhkan, atau menghargai, atau membangun semangat kepada minimal tiga orang yang aku temui hari ini.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«