suplemenGKI.com

Rabu, 4 Oktober 2017

03/10/2017

MAZMUR 80:7-8

ALLAH ADALAH GEMBALA UMATNYA

 

Pengantar

Tuhan adalah Gembalaku
Takkan kekurangan aku
Dia membaringkan aku
Di padang yang berumput hijau

Dia membimbingku ke air yang tenang
Dia menyegarkan jiwaku
Dia menuntunku di jalan yang benar
Oleh kar’na namaNya

Sekalipun aku berjalan
Dalam lembah kekelaman……

Kita tentu tahu dan ingat lagu yang berjudul “Tuhan Adalah Gembalaku”. Lagu ini terinspirasi mazmur Daud 23. Lagu ini menggambarkan Allah sebagai gembala yang dengan setia menuntun dan menyertai umat-Nya. Mazmur 80 dalam teks bacaan juga menempatkan Allah sebagai gembala umat-Nya. Dalam mazmur sapaan Allah sebagai gembala sangat umum ditemui. Namun berbeda dengan Mazmur 23, Mazmur 80 menyapa Allah sebagai gembala dalam konteks doa permohonan umat bagi keselamatan mereka.

Pemahaman

Ayat 7-8               Motivasi apa yang mendorong umat menyampaikan harapan untuk dipulihkan?

Pemazmur menggambarkan betapa pedihnya hidup sebagai bangsa yang terhukum. Sepak terjang bangsa Israel yang selalu bertentangan dengan kehendak Allah berkahir dengan penghukuman Allah. Allah tidak berkompromi pada dosa. Teguran demi teguran yang tidak diindahkan membuat Allah menutup diri terhadap umat-Nya. Allah menghukum mereka. Allah membiarkan bangsa-bangsa lain menyerang dan menghancurkan Israel. Pemazmur menggunakan kata “ musuh-musuh kami mengolok-olok kami” untuk menggambarkan situasi tersebut (ay.7).

Dalam kehancuran dan ketidak berdayaan Israel kembali mendekat kepada Allah. Israel menyampaikan permohonan agar Allah bersedia memulihkan keadaan mereka yang telah hancur (ay.8). Pemulihan yang diharapkan tentu menjadi tanda bahwa umat mulai menyadari kesalahan-kesalahan mereka.

Seringkali umat Allah baru menyadari kesalahan saat konsekuensi dari dosa yang diperbuat mulai dihadapi dan dirasakan. Tidak terbayangkan jika Allah menutup pintu hati-Nya dan tidak bersedia mengampuni dan memulihkan kondisi umat-Nya. Sebagai Gembala yang baik, Allah selalu memperlihatkan kasih sayang-Nya untuk tetap merawat dan menggembalakan umat-Nya. Allah bukan Allah yang terus menyimpan kesalahan umat-Nya.

Refleksi
Sudahkah kita hidup seturut kehendak Allah? Sudahkah kita memohon untuk diampuni dan dipulihkan mengingat banyaknya kesalahan dan dosa yang secara sadar atau tidak sadar telah kita perbuat?

Tekadku?
Ya Allah, ampuni dan pulihkanlah kami yang hidup tidak berkenan dihadapan-Mu. Jadilah Gembala yang setia menyertai kami.

Tindakanku
Secara tekun mengevaluasi diri dan selalu berusaha melakukan yang benar seturut kehendak Allah

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*