suplemenGKI.com

Rabu, 4 Mei 2016

03/05/2016

PENGAKUAN AKAN KEHADIRAN TUHAN

Mazmur 97:1-9

 

PENGANTAR
Mazmur 97 ini merupakan Mazmur antologis sebab beberapa syairnya dikutip dari bagian Mazmur yang lain dan juga mengutip dari Kitab-kitab dalam Perjanjian Lama.  Jadi, Mazmur ini merupakan kumpulan syair yang ditulis lebih dari satu orang.  Contoh, ayat 1a merupakan kutipan dari Mazmur 96:10-11; ayat 2b dari Mazmur 89:15a; ayat 5a dari Mikha 1:4; ayat 7a dari Yesaya 42:17.  Dari ciri-ciri tersebut disimpulkan Mazmur ini berasal dari zaman sesudah pembuangan (538-332 SM).  Bagaimana Pemazmur mengakui kehadiran TUHAN?  Mari kita pelajari!

PEMAHAMAN

Ayat 1: Bagaimana pemazmur melukiskan kehadiran TUHAN?

Ayat 2-5: Bagaimana Pemazmur memaparkan kehadiran-Nya sehingga umat menyadarinya?

Dalam hidup sehari-hari, apakah Anda masih bisa merasakan kehadiran Tuhan?

Pemazmur mengakui TUHAN adalah Raja (ay.1a).  Raja yang seperti apa?  Raja yang Mahatinggi dan kuasa-Nya dahsyat sehingga tidak bisa ditandingkan dengan segala ciptaan di alam semesta ini.  Pemazmur melukiskan pernyataan diri TUHAN dengan awan yang berkeliling, halilintar atau api yang menjalar, gempa atau gunung (ay.2-5; baca Mikha 4:13).  Pemazmur menjelaskan secara gamblang pernyataan diri TUHAN dengan awan dan badai tebal, hal itu melukiskan adanya kemuliaan mengelilingi Dia.  Dia juga menyebut ‘api menjalar’ melukiskan kekudusan-Nya yang menghanguskan para lawan di sekeliling-Nya.  Serta ‘kilat-kilat-Nya menerangi’ menunjukkan kekuatan-Nya yang menggetarkan sekaligus menyadarkan manusia akan keberadaan-Nya yang patut diperhitungkan.

TUHAN yang datang dalam pernyataan diri melalui awan, api dan kilat itu adalah ‘Raja yang memerintah dan berkuasa atas seluruh bumi’ (bandingkan Mikha 4:13).  Pada saat Dia datang, tidak ada satu pun ciptaan-Nya yang tahan menghadapi-Nya.  Atas dasar pengakuan dan keyakinan akan kehadiran Allah tersebut maka Pemazmur menuliskan “Semua orang yang beribadah kepada patung akan mendapat malu, orang yang memegahkan diri karena berhala-berhala; segala allah sujud menyembah kepada-Nya.”  Syair ini dikutip dari Yesaya 42:17 dimana umat Israel menyadari perbuatannya yang sia-sia karena menyembah kepada berhala.  Semua orang yang beribadah kepada ‘segala allah’ di sebut sebagai musuh-musuh Allah.  Mereka akan hangus dalam murka-Nya.  Murka itu ditujukan-Nya kepada orang-orang yang terus-menerus menolak melakukan hukum-hukum-Nya (ay.7), yang lebih menyukai ‘sesembahan palsu’ atau berhala.  Orang-orang seperti itu akan melihat siapakah Allah yang sejati.  Pernyataan kehadiran dan kemuliaan Allah yang sejati itu akan membuat setiap orang malu dan tidak bisa tidak untuk mengakui Allah itu dahsyat.

REFLEKSI
Pada saat Dia datang tidak ada satu pun ciptaan-Nya yang tahan menghadapi-Nya.  Setiap ciptaan pasti mengakui kebesaran kuasa-Nya.  Dia pasti hadir, namun apakah kita mengakui dan meyakini kehadiran-Nya?

TEKADKU
Tuhan tolong aku untuk bisa merasakan kehadiran Allah dalam hidupku.

TINDAKANKU
Menyediakan hatiku, pikiranku dan perasaanku akan kehadiran-Nya sehingga ada tempat bagi-Nya untuk hadir dalam hidupku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*