suplemenGKI.com

Rabu, 4 Juli 2018

03/07/2018

BERTAHAN DI TENGAH HINAAN

Mazmur 123:3-4

 

Pengantar
Bagian ini merupakan lanjutan dari bagian sebelumnya. Pada renungan kemarin kita telah melihat bahwa sesungguhnya pemazmur berharap akan belas kasihan dan kebaikan Allah atas keterpurukan yang dialami oleh bangsanya. Pemazmur mengambil sikap untuk memandang kepada Tuhan dengan bergantung penuh atas kehendak Tuhan dalam hidupnya.  Lebih lanjut dalam bagian ini, pemazmur mengungkapkan permohonannya  kepada Tuhan atas pergumulannya dalam menghadapi hinaan. Permohonan apakah yang sesungguhnya diminta oleh pemazmur? Marilah kita merenungkannya.

Pemahaman

  • Ayat 3a           : Apa yang diminta oleh pemazmur kepada Allah dalam menghadapi pergumulan bersama bangsanya?
  • Ayat 4             : Siapakah yang mengolok dan menghina pemazmur serta bangsanya?

Seperti yang telah kita ketahui bersama, dalam perjalanannya bangsa Israel penuh dengan penindasan. Mereka juga hampir menyerah dan putus asa akan tantangan yang dihadapi. Namun Allah tetap menguatkan mereka untuk tetap bertahan. Pemazmur saat itu tengah berjuang menghadapi olokan dan hinaan. Olokan dan hinaan itu dilakukan oleh orang-orang yang merasa aman dan sombong (ayat 4). Orang-orang yang merasa aman dan sombong adalah para musuh Israel yang cinta akan kesenanganduniawi, menentang Allah dan meninggikan diri sendiri. Para musuh Israel berkata-kata serta menertawakan ketidakberdayaan mereka, sementara umat Israel yang mendengarnya lalu menyimpannya dalam hati akan menimbulkan suatu luka yang perlu disembuhkan. Di tengah keletihan dan ketidakberdayaan, pemazmur dengan kerendahan hatinya memohon kepada Tuhan dengan berseru, “Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah kami,” (ayat 3a). Pemazmur sangat meyakini akan kasih setia Allah terhadap umat-Nya. Mereka yang cukup kenyang akan penghinaan akan terhibur dan dikuatkan oleh kasih setia Allah. Kasih setia Allah itu adalah obat manjur yang dapat memulihkan hati yang terluka.

Demikian pula dengan kita. Sebagai pengikut Kristus, seringkali kita mengalami hinaan dan kebencian yang dapat menggoncang iman. Tak dapat dipungkiri kalau ada orang-orang yang pada akhirnya tak mampu bertahan dan meninggalkan Tuhan. Seharusnya sebagai orang percaya, kita tidak boleh terpengaruh oleh situasi dan kondisi yang terjadi di sekeliling kita, melainkan tetap berpegang pada kasih setia Allah yang menguatkan dan meneguhkan.

Refleksi
Ambillah waktu hening sejenak, hembuskan nafas, dan renungkanlah: pernahkah saudara mendapat celaan atau hinaan dari orang-orang terdekat ketika saudara mengambil keputusan untuk menjadi pengikut Kristus ataupun dalam pergumulan-pergumulan yang lain? Bagaimana saudara menyikapi hinaan dari mereka? Percayalah, bahwa kasih setia Allah akan senantiasa memulihkan hati yang terluka oleh tingkah sesama.

Tekadku
Tuhan, ajarku untuk memiliki hati yang terbuka kepada sesamaku, sehingga aku dapat mengampuni setiap perbuatan bahkan perkataan mereka .

Tindakanku
Hari ini aku akan mendoakan orang-orang yang telah menghina atau mengolokku. Aku mau mengampuni dan mengasihi mereka, sebagaimana kasih setia dan pengampunan Allah dalam hidupku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»