suplemenGKI.com

MAZMUR 72:1-7

BERDOA BAGI PEMIMPIN

 

Pengantar
Mazmur dari Salomo ini merupakan puji-pujian yang lazim dinyanyikan saat penahbisan seorang raja di Israel. Dalam mazmur puji-pujian ini tersirat doa dan harapan bagi raja yang akan memimpin umat Allah. Di Israel seorang raja dipandang sebagai wakil Allah yang bertanggungjawab bukan hanya pada masalah sosial ekonomi dan politik tetapi juga seluruh aspek kehidupan umat termasuk iman kepada Allah. Tanggungjawab besar yang tentu tidak mudah untuk dilaksanakan

Pemahaman
Ayat 1-4               Apakah doa dan harapan Salomo bagi raja terhadap rakyat yang miskin dan tertindas?
Ayat 5-7               Apakah doa dan harapan Salomo terhadap kepemimpinan raja yang akan memerintah?

Dalam doa dan harapannya Salomo menyampaikan kepada Allah agar raja diberikan hikmat agar dapat memperhatikan rakyat yang hidup dalam kemisikinan dan ketertindasan (ayat 2,4). Doa dan harapan ini memperlihatkan sikap Salomo yang peduli pada mereka yang hidup dalam kemiskinan dan juga yang mengalami berbagai penindasan.

Salomo juga menaikkan doa dan harapan agar raja diberikan umur panjang (ayat 5) dan memimpin dengan kebijaksanaan dan keadilan sehingga terciptalah damai sejahtera (ayat 7). Doa dan harapan Salomo memperlihatkan bahwa Salomo sangat mengutamakan kepemimpinan yang dipenuhi hikmat Allah. Salomo menyadari bahwa kepemimpinan yang tidak berlandaskan hikmat dari Allah akan menjadikan pemimpin atau raja tidak lagi menjunjung tinggi keadilan dan kebijaksanaan.

Salomo telah mengajarkan dua hal penting bagi umat dimasa sekarang. Berdoa bagi pemimpin agar dapat memimpin dengan takut akan Tuhan.  Pemimpin yang dimaksudkan disini tentu bukan hanya pemimpin dalam konteks bernegara tetapi juga bergereja dan juga berkeluarga. Siapapun pemimpin umat, umat sudah seharusnya berdoa bagi para pemimpin mereka.

Hal kedua adalah bahwa seorang pemimpin tentu harus memimpin dengan adil dan bijaksana. Hal itu tentu bisa terwujud jika pemimpin senantiasa bersandar kepada Allah dan meminta hikmat kepada Allah. Tanpa itu semua, seorang pemimpin akan kehilangan orientasi dan cenderung bersikap semena-mena

Refleksi
Menjadi pemimpin atas keluarga atau gereja atau masyarakat menuntut kita untuk selalu bersandar kepada Allah. Kita diajak untuk terus meminta hikmat dari Allah agar bisa memimpin dengan adil dan bijaksana.

Demikian halnya sebagai warga jemaat, anggota keluarga dan warga negara, kita diajak untuk terus berdoa bagi para pemimpin. Hal itu menjadi tanda kepedulian kita terhadap para pemimpin kita.

Tekadku
Ya Allah tolong kami selalu berdoa bagi pemimpin kami. Bagi pemerintah kami, bagi pemimpin gereja kami, juga bagi suami atau kepala keluarga kami

Tindakanku
Tekun dalam doa.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«