suplemenGKI.com

Roma 15: 7-13

“Damai di Surga, Damai di Bumi”

 

PENGANTAR

Bacaan hari ini merupakan lanjutan surat Paulus yang kemarin kita bahas. Bila kemarin nasihatnya lebih ditujukan kepada golongan yang kuat, kini Paulus berbicara lebih umum kepada dua golongan, yaitu supaya mereka saling menerima satu dengan yang lain.

PEMAHAMAN

  1. Ayat 7: Apa alasan prinsip yang membuat jemaat Yahudi dan non Yahudi harus saling menerima?
  2. Ayat 10-12: Apa tujuan akhir dari semua karya Kristus?
  3. Ada kesenjangan yang besar antara orang Yahudi dan non Yahudi. Melalui bacaan hari ini, renungkanlah hubungan-hubungan yang ada: Kristus – Bangsa Yahudi – Bangsa-bangsa lain (non Yahudi). Apa yang bisa Anda pelajari tentang kait-mengait satu dengan yang lain?

 

Rasul Paulus menantang kita untuk meneladani Yesus Kristus yang sudah mengabdikan diriNya untuk dua tujuan, yaitu orang-orang Yahudi (orang bersunat) yang kemudian meluaskannya kepada bangsa-bangsa lain bukan Yahudi. Hal ini sebagaimana sudah dinubuatkan dalam Yes.11:10 bahwa keselamatan itu bangsa-bangsa, melalui Yesus Kristus. Semua bangsa memuji dan menyembah Tuhan, itulah tujuan dari semua yang Kristus lakukan. Dengan demikian bacaan hari ini menekankan dua hal dari pengajaran Paulus: (1) Adanya pendamaian vertikal dari Allah kepada manusia. Karena kemurahan Kristus sajalah kita dapat menjadi anak-anakNya, demikian pula dengan orang-orang lain di sekitar kita dapat menjadi anak Allah karena kemurahan Allah. Status kita menjadi sama satu dengan yang lain di hadapan Allah. (2) Adanya pendamaian horisontal antar manusia itu sendiri. Pendamaian dengan Allah memimpin kita pada pendamaian dengan sesama manusia. Bangsa Yahudi dan non Yahudi yang hidup dalam gap yang besar terus diingatkan oleh Paulus bahwa Allah mempunyai misi untuk menyelamatkan bangsa-bangsa, termasuk non Yahudi.

Dalam kehidupan kita sekarang juga ada gap-gap yang besar dalam tubuh Kristus itu sendiri. Sulit bagi kita untuk menciptakan iklim saling menerima satu dengan yang lain dalam keberbedaan itu. Mari kita ingat bahwa keselamatan yang Yesus tawarkan itu berlaku bagi siapa saja dari latar belakang dan kemampuan apa saja. Jika Kristus saja menganggap semua orang penting dan perlu diselamatkan, mengapa kita memilih-milih? Jika Kristus saja menerima semua orang yang datang kepadaNya, mengapa kita sulit menerima mereka yang kita anggap berbeda?

 

REFLEKSI

Renungkanlah, apa saja faktor pemicu yang rentan mengarahkan gereja pada perpecahan belakangan ini?

 

TEKADKU

FirmanMu mengingatkanku bahwa karya pendamaianMu, bukan semata mendamaikan aku dengan Allah, namun juga membawaku hidup damai dengan sesama. Bukan sekadar aku diterima Allah, melainkan juga memampukanku menerima sesamaku. Mampukan aku untuk hidup sesuai dengan tujuan karya keselamatanMu bagiku. Amin

 

TINDAKANKU

Menunjukkan tindakan yang lahir dari kesadaran dan kasih kepada seorang saudara dalam Kristus yang selama ini cenderung Anda remehkan atau jauhi karena beberapa perbedaan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«