suplemenGKI.com

Rabu, 4 Agustus 2021

03/08/2021

TUHAN PEDULI

MARKUS 8:1-10

Pengantar
Selama beberapa waktu terakhir berita tentang penimbunan obat-obatan covid-19 dan tabung oksigen bermunculan. Di Tangerang, Sanggau, bahkan Surabaya. Peristiwa ini memperlihatkan betapa egois dan rakusnya oknum-oknum tertentu. Meski saat ini semua orang tengah berada dalam situasi yang berat dan tidak mudah, masih ada saja oknum-oknum yang hanya memikirkan keuntungan pribadi. Tidak peduli pada orang lain yang sedang berjuang untuk sembuh dari covid-19.

Pemahaman

Ayat 1-4           Bagaimanakah sikap Yesus terhadap kondisi orang banyak yang mengikut DIA ?
Ayat 5-10         Apakah yang dilakukan Yesus ?

Semakin hari pengikut Yesus semakin bertambah. Jumlahnya tidak lagi ratusan namun juga ribuan. Kemana Yesus pergi, banyak orang juga akan mengikuti DIA. Sekali waktu Yesus melihat bahwa orang banyak yang mengikuti-Nya tidak mempunyai makanan. Mereka sudah tiga hari dengan setia mengikuti Yesus. Yesus tergerak oleh belas kasihan (ayat 2). Yesus sepenuhnya tahu bahwa semua orang itu membutuhkan makanan dan tidak mungkin disuruh pulang kembali ke tempat tinggal mereka tanpa makan terlebih dahulu. Yesus bertanya kepada para murid-Nya apa yang bisa dilakukan untuk memberi makan ribuan orang ini. Para murid-Nya tidak tahu harus berbuat apa karena keterbatasan makanan yang ada pada mereka. Namun seperti yang diceritakan dalam bacaan hari ini bahwa dengan tujuh roti dan beberapa ikan, Yesus dapat memberi makan ribuan orang.

Kisah perjalanan pelayanan Yesus tidak semata-mata hendak menyampaikan cerita mujizat, namun lebih dari itu menceritakan Allah yang berbela rasa. Allah yang merasakan kesulitan dan kesusahan umat-Nya. Tidak perlu dipersoalkan bagaimana cara Yesus memberi makan ribuan orang sebab yang menjadi penting adalah bagaimana Allah didalam Yesus Kristus tidak tinggal diam. Allah didalam Yesus Kristus menyatakan kasih nyata di tengah kondisi yang tidak mudah.

Yesus telah memperlihatkan kepada umat Allah bahwa Allah adalah Allah yang berbela rasa. Allah yang peduli. Allah yang melakukan aksi nyata. Keteladanan ini tentu seharusnya memotivasi setiap pengikut-Nya untuk memiliki sikap yang sama. Dimasa sulit seperti ini, umat Allah didorong untuk melakukan aksi nyata dalam kehidupan bersama orang lain. Bersikap egois dan tidak mau tahu merupakan sikap-sikap negatif yang harus dikikis dari kehidupan umat Allah.

Refleksi
Dimasa pandemi saat ini umat Kristen diajak untuk hidup memperhatikan sesama. Hidup membuka  mata terhadap kondisi saudara-saudara yang mengalami kesulitan merupakan nilai Kristiani yang harus dibangun. Kristus yang berbela rasa akan dirasakan oleh saudara-saudara yang berkesusahan lewat karya nyata yang bersedia memperhatikan dan menolong sesama.

Tekadku
Ya Allah, Engkau adalah Allah yang berbela rasa. Tolong kami agar menjadi kepanjangan tangan-Mu bagi sesama. Mampukan kami hidup saling memperhatikan dan juga saling tolong menolong.

Tindakanku
Perhatikan sesama disekitar rumah atau persekutuan. Berdoa bagi semua orang yang berada dalam kesulitan. Berikan bantuan kepada sesama sesuai kemampuan diri.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«