suplemenGKI.com

Rabu, 31 Mei 2017

30/05/2017

TUHAN SANG PENCIPTA

Mazmur 104:24-30

 

Pengantar
Mazmur 104 adalah suatu nyanyian untuk mengungkapkan kebesaran, kebijaksanaan, keagungan, kebaikan dan kemuliaan Tuhan dalam seluruh karya ciptaan-Nya. Dalam bagian ini kitaakan melihat pemazmur sangat mengagumi karya Tuhan dan bersukacita atas-Nya. Pemazmur memuji-muji dan memuliakan Tuhan melalui penyembahannya. Pemazmur mengajak kita untuk merenungkannya dengan sikap yang penuh hormat kepada Allah yang Maha Kuasa, dan Maha Besar.

Pemahaman

  • Ayat 24-26            : Bagaimana pemazmur dapat menghayati bahwa Tuhan adalah Maha besar dansempurna dalam ciptaan-Nya?
  • Ayat 27-30            : Apakah makna dari Nyanyian pemazmur bagi kita?

Pemazmur mengagumi bahwa Tuhan Sang Pencipta alam semesta ini adalah Tuhan yang Maha Bijaksana. Hal ini terjadi ketika pemazmur melihat kesempurnaan dan keharmonisan segala sesuatu yang ada di alam semesta ini. Pikirannya mungkin mengarah kepada lautan, luasnya sangat mengagumkan, dan di dalamnya tidak terbilangkan banyaknya jumlah ikan-ikan dari yang kecil sampai yang besar dan beraneka ragam jenisnya. Bahkan Lewiatan atau ular naga dengan berbagai kepala yang mendiami samudra raya digambarkan tidak lagi berbahaya lagi. Semuanya bermain dan bersukacita di hadapan Tuhan yang menciptakannya.

Pemazmur ingin mengarahkan kita untuk melihat kemuliaan Tuhan yang agung melalui segala ciptaan-Nya yang ada. Segala sesuatunya sungguh sempurna dijadikan Tuhan. Manusia tidak dapat menggapai hikmat dan kebijaksanaan Tuhan dalam mencipta segala sesuatu. Walaupun manusia mempelajari dan menganalisa segala sesuatu yang ada dan mencari tahu asal mula segala sesuatunya. Namun pemazmur menyatakan bahwa Tuhanlah kunci kehidupan, di ayat 30 dikatakan: “Apabila Engkau mengirim RohMu, mereka tercipta”. Maka sumber kehidupan itu adalah Tuhan dan Tuhan jugalah yang menentukan segala sesuatunya.Tuhan juga akan memelihara seluruh ciptaan-Nya. Setiap ciptaan Tuhan memiliki peran dan fungsi masing-masing sesuai dengan maksud dan rencana Allah. Segala sesuatunya tidak berdiri sendiri dan hidup sesuai dengan keinginannya. Tetapi penciptalah yang mengetahui dan yang mengatur menjadi kebaikan bagi seluruh ciptaan-Nya. Manusia diberikan tanggung jawab untuk menjaga dan melestarikannya, dan tidak merusaknya untuk kepentingan pribadi. Menyadari akan hal itu seharunya membuat kita untuk terus menggantungkan diri kepada Tuhan saja, dan mencari kehendak-Nya, sehingga kita bisa dipakai oleh Tuhan untuk menjalankan rencana-Nya atas seluruh ciptaan-Nya.

Refleksi
Renungkanlah: Tuhan tidak menciptakan segala sesuatu untuk menjadi ancaman kehidupan bagi ciptaan yang lainnya. Maka kita sebagai manusia memiliki tanggung jawab atas ciptaan-Nya. Sudahkah kita ambil bagian di dalam mengemban tanggung jawab itu? Atau kita malah merusak dan tidak menghargainya?

Tekadku
Ya Tuhan, tolong saya untuk bisa mensyukuri anugerah ciptaan-Mu yang ada di dunia ini dengan cara menghargai, tidak merusak dan tetap menjaga karya ciptaan-mu untuk kemuliaan nama-Mu.

Tindakanku
Aku mau menjaga dan melestarikan ciptaan Tuhan yang di sekitarku: lingkungan, tanaman serta hewan-hewan untuk menjalankan tanggungjawab yang telah Tuhan berikan kepada manusia.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»