suplemenGKI.com

Mazmur 119:33-40

Sikap Terhadap Firman Tuhan 

Apakah saudara mempunyai buku-buku kesukaan atau yang saudara anggap berharga dalam hidup saudara?  Apabila seseorang mempunyai buku yang disukai maka seseorang itu pasti sangat menjaganya agar tidak rusak atau hilang, mengingat isinya bahkan bisa jadi kembali membacanya agar betul-betul mengerti isinya.  Isi buku itu pasti sedikit banyak mempengaruhi pola pikir dan sikap hidup sang pembaca.  Dalam Mazmur 119 ini pemazmur menyatakan kecintaannya kepada Taurat Tuhan yang dinaggapnya sebagai karunia Tuhan yang berharga.     

Pertanyaan Penuntun Pemahaman Alkitab:

  1. Apa saja pengertian pemazmur tentang firman Tuhan, di mana itu mencerminkan kedekatan dan kecintaannya akan firman Tuhan? (ayat 33-40)
  2. Bagaimana sikap hidup pemazmur terhadap firman Tuhan, yang menunjukkan kedekatan dan kecintaannya akan firman Tuhan? (ayat 33-40)
  3. Kedekatan dan kecintaan akan firman Tuhan pasti mempengaruhi pola pikir dan sikap hidup kita.  Perubahan hidup seperti apa yang saudara tunjukkan sebagai bukti kecintaan akan firman Tuhan? 

RENUNGAN

Melalui Mazmur 119 ini kita dapat melihat bahwa pemazmur sangat mencintai firman Tuhan.  Dalam ayat 33-40 ini pemazmur mengungkapkan pengertiannya secara pribadi akan firman Tuhan itu bagi hidupnya, di mana firman Tuhan itu sebagai: petunjuk ketetapan-ketetapan-Mu (ayat 33), Taurat-Mu (ayat 34), perintah-Mu (ayat 35), peringatan-Mu (ayat 36), jalan-jalan yang Kautunjukkan (ayat 37), janji-Mu (ayat 38), hukum-Mu (ayat 39), titah-Mu (ayat 40), keadilan-Mu (ayat 40).  Pengertian yang diungkapkan pemazmur ini menunjukkan bahwa dia sungguh merasakan dan mengalami betapa pentingnya, kaya dan dalamnya pengertian (hikmat), serta kuasa firman Tuhan dalam hidupnya.  Bagi pemazmur tidak ada buku lain yang memiliki kekayaan fungsi seperti firman-Nya, sebab dia menyadari dan meyakini bahwa Allah sendiri yang berfirman.  Pemazmur menyadari dan mengalami kekayaan fungsi dan keajaiban firman Tuhan secara pribadi, maka tidak sedetik pun dia mengabaikan firman-Nya, sebab firman-Nya terlalu berharga bagi hidupnya.  Lalu bagaimana responnya terhadap firman itu? 

Sesungguhnya pemazmur memiliki kedekatan dan kecintaan akan firman Tuhan.  Baginya firman Tuhan itu sebagai karunia yang paling berharga.  Oleh sebab itu, dengan sebulat hati dia menyerahkan diri kepada Taurat, karena dengan jalan itulah ia menyerahkan dirinya kepada Tuhan sendiri.  Penyerahan dirinya kepada Tuhan diwujudkan melalui sikapnya terhadap firman Tuhan, yaitu: memegang sampai saat terakhir (ayat 33), memegang dan memelihara dengan segenap hati (ayat 34), hidup menurut (ayat 35), mencondongkan hati (ayat 36), hidup sesuai (ayat 37, 40), rindu (ayat 40).  Bukankah sikap-sikap tersebut dapat muncul hanya dalam diri seorang yang sungguh mengalami betapa indah firman-Nya, yang telah memimpin, menolong, dan menyucikan hidupnya?   Itulah yang dialami pemazmur. 

Bagaimana kedekatan dan kecintaan kita akan firman Tuhan?  Apakah kita menyadari bahwa pengenalan akan firman Tuhan, sebagai karunia yang paling berharga dalam hidup kita?  Sejauh mana firman Tuhan itu kita pegang, hayati, yakini dan mengubah hidup kita?  Mari kita merenungkannya!  Apabila kita memiliki sikap terhadap firman Tuhan seperti pemazmur, maka kuasa firman-Nya akan menjadi bagian dalam kehidupan kita.  Hiduplah karena firman Tuhan dan di dalam firman Tuhan.  

Firman Tuhan sebagai karunia yang berharga dalam hidup kita maka dekat dan cinta firman-Nya adalah respon yang tepat untuk menghargainya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«