suplemenGKI.com

Hidup Harmonis dengan Menghidupi Hukum

Mazmur 72:1-4

 

Pengantar

Mazmur 72 merupakan mazmur terakhir dari rangkaian mazmur bagian kedua, yang dimulai dari Mazmur 42. Mazmur ini berbicara tentang “ratu adil” yang sangat didambakan oleh bangsa Israel, dan yang juga sangat tepat untuk kita renungkan pada masa-masa adven seperti sekarang ini.

Pemahaman

Ay. 1-4     : Apakah artinya “hukum” yang dimohonkan dalam ayat 1 ini? Bukankah bangsa Israel pada waktu itu sudah memiliki hukum Taurat?

Istilah dalam bahasa Ibrani yang dipakai untuk kata “hukum” di sini adalah misypat. Sepertinya agak sulit untuk menemukan padanan kata misypatdi dalam bahasa Indonesia, karena arti kata ini sebenarnya mengandung beberapa unsur, sebagaimana dijelaskan Barth dan Pareira di dalam buku tafsir Mazmur yang mereka tulis.

Unsur pertama yang terkandung dalam kata misypat adalah kerelaan membela hak orang yang tidak dapat memperjuangkannya sendiri, yaitu mereka yang tertindas dan miskin serta orang lemah yang tidak mempunyai penolong yang dapat bertindak di depan pengadilan. Daud memohon misypat dalam arti pertama ini ketika berseru sambil memegang punca jubah Saul, “TUHAN kiranya menjadi hakim yang memutuskan antara aku dan engkau; Dia kiranya memperhatikannya, memperjuangkan perkaraku dan memberi keadilan kepadaku dengan melepaskan aku dari tanganmu.” (1Sam. 24:16)

Kedua, kemauan menghakimi dan menghukum para pemeras, penindas dan orang yang main kuasa dengan kekerasan. Misypat yang ditentukan hakim dapat diterjemahkan sebagai “keputusan hukum” (bnd. Ula. 17:9), atau dengan “menjalankan penghakiman” (mis. Maz. 9:17; bnd. Kata “menghakimi” dalam Yeh. 7:3,8,37), atau secara negatif “menjatuhkan hukuman” (mis. Yeh. 39:21).

Ketiga, kebijaksanaan memerintah sedemikian rupa sehingga orang dapat hidup dalam damai sejahtera menurut kebenaran / keadilan. Pengertian ini dapat dibandingkan dengan Yehezkiel 34:17-23 dan juga Mazmur 67:5, serta 2 Raja-Raja 15:5, “Yotam, anak raja, mengepalai istana dan menjalankan pemerintahan atas rakyat negeri itu”

Keempat, kesanggupan membebaskan bangsanya dari ancaman musuh. Di samping pemerintahan ke dalam, raja juga harus menjamin kemerdekaan dan kedaulatan terhadap serangan dari luar dengan misypat yang sama (2Sam. 18:19,31). Itulah sebabnya Tuhan membangkitkan hakim-hakim yang menyelamatkan umat Israel dari tangan perampok (Hak. 2:16, bnd. 3:9-11)

 

Refleksi

Membaca dan memahami hukum Tuhan, yakni firman Allah, memang sangatlah penting. Tetapi pengertian misypat secara utuh sebagaimana uraian di atas haruslah menjadi target hidup kita.

Tekad

Doa: Ya Allah, berikanlah misypat-Mu kepada hamba-Mu ini, amin.

 

Tindakan

Terus belajar Taurat Allah sekaligus belajar tanggap dengan kebutuhan sekitar.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«