suplemenGKI.com

Rabu, 30 Mei 2018

29/05/2018

HARI PERHENTIAN

Ulangan 5:12-15

 

Pengantar
                Pernahkah kita merasa lelah sehabis kerja seharian? Apa yang kita inginkan? Bukankah kita ingin istirahat atau berhenti sejenak dari pekerjaan kita? Istirahat sangat penting bagi kesehatan tubuh kita, orang yang mengabaikan jam-jam istirahatnya akan menanggung akibat baik sakit atau mudah stres. Bagaimana Tuhan mengatur manusia untuk berhenti/beristirahat dari pekerjaannya?

Pemahaman

Ay 12, Apa yang Tuhan perintahkan kepada bangsa Israel?
Ay 13-14, Apa yang Tuhan ingatkan mengenai hari perhentian?
Ay 15, Apa yang Tuhan nasihatkan kepada umat pilihan-Nya?

Tuhan mengingatkan umat-Nya untuk mengingat dan menguduskan hari perhentian/sabat bagi Tuhan. Tuhan memberitahu bahwa selama enam hari mereka diberikan kesempatan untuk bekerja dan melakukan segala sesuatu untuk dirinya sendiri. Mereka boleh melakukan pekerjaan yang berkaitan dengan diri sendiri maupun budaknya atau binatang peliharaannya. Mereka boleh bekerja keras selama enam hari lamanya.

Tuhan hanya meminta satu hari perhentian/sabat itu untuk umat-Nya beribadah kepada-Nya. Sabat itu digunakan untuk kembali kepada Tuhan dan menghormati Tuhan yang sudah memberikan enam hari untuk kita bekerja. Bukan orang Israel saja yang melakukannya namun juga orang-orang yang bersama-sama dengan mereka baik budak/hamba-hamba atau orang asing, mereka harus mengingat hari sabat dan menguduskannya. Bahkan lebih dari itu orang Israel juga harus memperhatikan hewan-hewan yang mereka miliki harus juga mendapatkan hari perhentian.

Tuhan menginginkan umat-Nya hidup bukan hanya untuk dirinya sendiri tapi menyadari bahwa Tuhanlah yang memberikan hidup yang patut disembah selamanya

Tuhan juga mengingatkan asal usul mereka bahwa mereka dulu hidup sebagai budak di Mesir, maka kalau sekarang mereka bebas, bukan dengan kekuatan mereka sendiri namun Tuhanlah yang memberikan kebebasan kepada mereka. Mengingat dulu asal usul mereka sebagai budak di Mesir dan sekarang sebagai orang bebas di tanah perjanjian itu seharusnya membuat mereka semakin bersyukur kepada Tuhan yang menuntun mereka ke tanah perjanjian.

Refleksi
Ambil beberapa menit untuk merenungkan: Apakah kita sudah menggunakan hari perhentian untuk memuliakan Tuhan? Berapa banyak waktu yang kita berikan untuk Tuhan setiap hari?

Tekadku
Ya Tuhan, ampunilah kalau kami selalu menggunakan hari-hari ini untuk diri kami terus menerus, untuk kepentingan kami terus menerus, bahkan hari perhentianpun, kami masih sibuk dengan urusan kami. Ampunilah kami ya Tuhan.

Tindakanku
Bertekat untuk mengambil hari perhentian untuk benar benar memuliakan Tuhan dan tidak sibuk dengan urusan pribadi.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»