suplemenGKI.com

Rabu, 30 Maret 2016.

29/03/2016

Kisah Para Rasul 5:19-25.

 

Pemberitaan Firman Hidup Tidak Bisa Dihambat Oleh Apapun Juga

Pengantar:

Seseorang bisa saja mengalami kegagalan dalam: usaha, bisnis, cita-cita menjadi terkenal dan sebagainya. Faktornya: karena dihambat oleh masalah, diboikot oleh lawan, diganjal oleh peraturan, terkendala banyak hal dan lain-lain. Bahkan terkadang ketika ia ingin bangkit dan maju untuk berjuang lagi, ia bisa kembali mengalami hambatan dan hambatan lagi. Tidak jarang kemudian seseorang menjadi putus asa dan membiarkan dirinya hidup dalam keterpurukan. Rasul-Rasul sedang  mengalami hambatan hebat ketika mereka memberitakan firman kehidupan, yaitu dipenjarakan. Apakah mereka menjadi putus asa?

Pemahaman:

  1. Apakah yang terjadi ketika para Rasul dipenjarakan? (v. 19)
  2. Apakah yang menjadi inti dari peristiwa Tuhan membebaskan para Rasul itu? (v. 20-22)
  3. Bagaimana tanggapan Imam Besar dan pengikut-pengikutnya tentang peristiwa tersebut?

Ketika Para Rasul dimasukkan ke dalam penjara, kita tidak menjumpai ada reaksi apapun dari mereka. Dengan kata lain mereka pasrah dan tidak melalukan perlawanan. Bisa jadi mereka yakin tidak bersalah, dan ketika dalam persidangan baru mereka akan membela diri, atau karena mereka memang tidak berdaya. Tetapi di ayat 19 pada waktu malam seorang malaikat Tuhan membawa mereka keluar dari penjara. Sesuatu yang mungkin mereka tidak pernah pikirkan. Suatu peristiwa yang pasti di luar jangkauan pikiran mereka. Tetapi inilah dimensi kuasa Allah yang tidak mungkin bisa diselami oleh pikiran manusia.

Di balik peristiwa Adikodrati itu Allah mempunyai visi yang jelas, yaitu bahwa tidak ada satupun usaha manusia yang boleh menghambat, membatasi, menghalangi pemberitaan Firman yang hidup itu. Maka ketika malaikat membawa mereka keluar dari penjara satu perintah mutlak bagi mereka “Pergilah, berdirilah di Bait Allah dan beritakanlah seluruh firman hidup itu kepada orang banyak” (v. 20) dan Para Rasul mentaati perintah itu (v. 22)

Ketika Imam Besar dan para pengikutnya tidak mendapatkan Rasul-Rasul itu di dalam penjara, mereka cemas dan bertanya “apa yang terjadi dengan Rasul-Rasul itu? Sebuah isyarat seakan tidak percaya. Tetapi mereka harus tahu bahwa kuasa Tuhan tidak akan mungkin dibatasi, dihalangi oleh apapun juga. Kita sebagai anak-anak Tuhan pun harus menghayati bahwa kuasa Tuhan itu ajaib dalam hidup kita.

Refleksi:

Setiap aspek kehidupan kita sebagai anak-anak Tuhan adalah untuk memberitakan firman hidup yaitu Tuhan Yesus Kristus. Tidak ada yang bisa menghambat kita, maka di manapun kita berada apapun keadaan kita, kita bisa dipakai Tuhan untuk menjadi pemberita firman hidup. Yang harus menjadi bagian kita adalah taat kepada perintah Tuhan.

Tekad:

Tuhan, berikanlah keberanian dan keteguhan hati kepadaku agar setiap aspek kehidupanku adalah memberitakan firman hidup dari-Mu.

Tindakkan:

Memberitakan firman hidup melalui kehidupan yang memuliakan Tuhan Yesus, tidak kompromi terhadap dosa dan keadaan adalah harus menjadi kerinduanku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«