suplemenGKI.com

GAYA HIDUP SALING MENOLONG

Bacaan hari ini didahului oleh pasal 5:24-26 yang memaparkan tentang perubahan kehidupan orang-orang yang telah percaya kepada KRISTUS. Mereka yang telah menerima KRISTUS meninggalkan keinginan daging dan menjalani hidup yang dipimpin ROH. Dalam Galatia 6:1-10, Paulus berbicara kepada orang-orang percaya yang hidup dalam ROH.

  1. Ayat 1  : Apa yang seharusnya dilakukan oleh orang percaya jika ada saudaranya yang melakukan pelanggaran?
  2. Ayat 2 : Apakah yang seharusnya dilakukan oleh orang percaya untuk memenuhi hukum KRISTUS?
  3. Ayat 3-5: Bagaimanakah  orang percaya menilai diri sendiri dan orang lain?
  4. Ayat 6  : Apakah yang mau dikatakan Rasul Paulus tentang relasi pengajar dan orang-orang yang diajar?

Renungan

Rasul Paulus menasihati orang-orang Kristen Galatia  untuk saling membantu dan saling berbagi. “Bertolong-bertolongan menanggung beban” adalah gaya hidup saling menolong yang perlu dilakukan oleh orang-orang percaya yang hidup dalam ROH. Mereka yang kuat imannya mesti menolong orang-orang yang lemah imannya. Hal itu dikonkretkan dengan kesediaan menolong dan ikut menanggung beban orang yang lemah imannya. Itulah gaya hidup yang perlu dikembangkan oleh orang-orang Kristen. Gaya hidup saling menolong ini dilakukan dengan kesabaran; penuh kemurahan hati dan kelemahlembutan bukan mensensor atau menghakimi kehidupan orang lain secara legalistis (ayat 1). Orang percaya yang hidup dalam roh memimpin saudaranya yang melakukan pelanggaran ke jalan yang benar. Kata memimpin di sini berarti melengkapkan atau membuat sesuatu menjadi baik keadaannya, seperti seorang tukang memperbaiki tembok atau seorang dokter mengobati tulang yang patah.  Jila ada orang percaya yang tergelincir (melakukan pelanggaran), yaitu tidak hidup dalam pimpinan ROH, maka orang yang hidup dalam ROH punya tanggungjawab mengembalikan (membetulkan) dia agar kembali seperti  keadaannya yang semula. Dalam hal ini hukum KRISTUS  tidak bekerja dalam bentuk peraturan-peraturan melainkan dalam tubuh persaudaraan Kristen yang penuh kasih.  Persaudaraan yang penuh kasih akan tampak dalam sikap hidup sehari-hari yang siap menolong, juga tampak dalam relasi murid dan pengajar

Sementara itu orang yang siap menolong perlu menyadari keterbatasan-keterbatasannya dalam menghadapi pencobaan. Ia perlu waspada dengan menguji pekerjaannya sendiri, memikul tanggungjawabnya sendiri dan bukan menyombongkan diri di atas kelemahan orang lain. Orang yang hidup dalam ROH tidak boleh meninggikan diri di atas pelanggaran orang lain karena  dia sendiri bisa jatuh ke dalam dosa. Sebaliknya dengan penuh kerendahan hati ia menolong orang lain berjalan di jalan yang benar.

Dalam persekutuan gereja TUHAN, pernahkah Saudara melihat saudara seiman yang tergelincir jatuh dalam keinginan-keinginan dosa?Apakah yang Saudara lakukan untuk menolongnya? Ingatkah Saudara akan tanggungjawab untuk memimpinnya ke jalan yang benar? Jangan pilih sikap menghakimi, menceritakan dosa orang lain dan hidup menjauhi orang yang melakukan pelanggaran sekalipun itu lebih mudah dibandingkan dengan sikap menolong.

Hidup dalam persekutuan adalah hidup saling menolong.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*