suplemenGKI.com

1 Korintus 13:1-7

TANPA KASIH, KARUNIA TAK BERGUNA

PENGANTAR
Karunia-karunia rohani sangat kita butuhkan dalam pelayanan kita. Dengan karunia-karunia itu, kita akan dapat melayani dengan lebih efektif. Namun, ada hal yang lebih penting daripada karunia-karunia itu: kasih. Tanpa kasih, karunia menjadi tak berguna.

Di Korintus, tiap anggota jemaat berlomba untuk mendapatkan karunia-karunia rohani.  Karunia berbahasa Roh dan karunia bernubuat adalah dua karunia yang amat dibanggakan oleh mereka yang memilikinya.  Mempunyai karunia-karunia tersebut memang bisa menaikkan ’gengsi rohani.’ Orang-orang yang mempunyai karunia-karunia itu akan lebih dihormati di antara jemaat karena mereka dipandang mampu menyampaikan pesan ilahi dengan bahasa sorgawi.  Pada kenyataannya, alih-alih mendatangkan berkat, karunia-karunia itu malah menimbulkan persaingan dan perselisihan, dan bahkan berpotensi menimbulkan perpecahan di antara mereka (lihat 1 Kor. 12:25).

PEMAHAMAN

  • Ayat 1-3. Bahaya apakah yang Paulus lihat pada kecenderungan orang-orang Korintus mengejar karunia-karunia rohani? Mengapa Paulus menekankan pentingnya kasih?
  • Ayat 4-7. Di bagian ini risiko atau bahaya tersebut dibahas dengan lebih jelas. Apakah Anda dapat menyebutkannya? Bagaimana kasih dapat mencegah mereka dari berbagai risiko/ bahaya tersebut?

Di pasal sebelumnya, Paulus telah memberikan pengajaran yang cukup rinci mengenai karunia-karunia Roh. Paulus menegaskan bahwa karunia-karunia itu diberikan oleh Roh yang sama untuk kepentingan bersama (1 Kor. 12:4-7). Menggunakan karunia-karunia itu secara individualistik, tanpa peduli terhadap orang lain, atau bahkan dalam suasana persaingan dan perselisihan, jelas tidak sesuai dengan kehendak Allah yang memberikan karunia-karunia itu kepada mereka. Karena itu, Paulus menegaskan pentingnya kasih. Jika digunakan tanpa kasih, karunia-karunia itu akan menjadi sia-sia, tidak ada manfaatnya sama sekali.

Alih-alih bermanfaat, karunia-karunia rohani yang digunakan tanpa kasih justru mengundang berbagai risiko dan bahaya. Paulus menyebutkan berbagai risiko/ bahaya apabila karunia-karunia itu digunakan dalam suasana persaingan dan perselisihan: kecemburuan atau iri hati, dan kesombongan (ay. 4), tindakan yang tidak sopan dan egois, kemarahan dan dendam (ay. 5), sikap yang tidak adil (ay. 6), saling menjelekkan dan saling tidak percaya (ay. 7). Kasih akan menghindarkan mereka dari semua risiko dan bahaya tersebut.

REFLEKSI
Hilangnya kasih dalam karya pelayanan Anda dapat membuat semua jerih payah dan pengorbanan yang Anda lakukan menjadi sia-sia.

TEKADKU
Ya Tuhan, tolonglah aku untuk mengutamakan kasih dalam setiap karya pelayanan yang aku lakukan. Tunjukkanlah kepadaku, di dalam hal apakah aku telah kehilangan kasih, agar aku dapat memperbaikinya.

TINDAKANKU
Pada kesempatan pelayanan dalam minggu ini atau pada waktu yang terdekat, aku akan terlebih dahulu mendoakan orang-orang yang akan kulayani. Aku akan mendoakan mereka dengan penuh kasih.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«