suplemenGKI.com

RABU, 30 APRIL 2014

29/04/2014

1 PETRUS 1:17-25

“BUKAN HANYA DIIMANI, TETAPI JUGA DINYATAKAN”

 

PENGANTAR
Rencana Allah dalam hidup kita tidak sekedar kita aminkan, melainkan harus kita jalani. Wujud nyata dari rencana Allah itu adalah sebuah proses perjalanan bersama Allah sendiri. Karena itu, penjelasan Petrus berikut ini sangatlah penting bagi kita yang ingin hidup di dalam rencanaNya. 

PEMAHAMAN

  1. Ayat 17: Apa artinya “hidup dalam ketakutan” dalam ayat ini? Kepada siapakah sikap ini kita tujukan? Apa bentuk konkritnya?
  2. Ayat 18-21: Apa yang dikatakan mengenai penebusan dosa kita? Apa dampak penebusan itu bagi kehidupan kita?
  3. Ayat 22: Apa dampak karya penebusan Kristus itu bagi hubungan kita dengan sesama kita?
  4. Ayat 23-25: Apa peranan firman Allah dalam karya penebusan itu? 

“Ketakutan” yang dimaksudkan disini adalah rasa hormat dan sikap tunduk kita kepada Allah yang berkuasa atas kehidupan kita. Sikap yang demikian akan nampak secara nyata, baik dalam ibadah maupun dalam kehidupan sehari-hari (misalnya, ketika kita mengambil sebuah keputusan atau mengambil tindakan).

Selain takut kepada Allah, kita juga harus menjunjung tinggi karya penebusan yang dilakukan dalam Yesus Kristus. Kita ditebus bukan dengan barang yang fana, melainkan dengan darah Kristus yang mahal. Kristus yang menjadi penebusan dosa kita adalah kekal. Ia bahkan telah dipilih sebelum dunia dijadikan. Karena itu penebusan itu berdampak besar bagi kehidupan kita. Penebusan itu memindahkan kita dari cara hidup yang sia-sia menjadi hidup yang penuh iman dan pengharapan. Karya penebusan itu juga berdampak terhadap hubungan kita dengan sesama. Setelah terlepas dari hidup yang sia-sia kita sanggup mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas. Dengan kata lain, iman kita kepada Kristus seharusnya juga meningkatkan kualitas hubungan kita dengan sesama kita.
Sejak ditebus dari cara hidup yang sia-sia kita disebut sebagai orang-orang yang dilahirkan kembali. Dan peranan firman Allah sangat penting dalam hal ini. Tidaklah mungkin kita menjalani hidup baru kita tanpa pertolongan firmanNya.

REFLEKSI
Perhatikanlah bagaimana sikap kita selama ini kepada Allah? Adakah ketundukan pada firmanNya sebagai bukti penghormatan kita kepadaNya masih terlihat jelas dalam diri kita? 

TEKADKU
Bapa Surgawi, terima kasih untuk karya penebusan yang sudah Engkau berikan melalui pengorbanan Putra TunggalMu. Terima kasih karena Engkau telah memberikan semua yang terbaik yang ada padaMu. Kini tugas kami adalah mempersembahkan hidup untukMu. Tuntunlah kami dalam jalan persembahan ini. Amin 

TINDAKANKU
Hari ini mari menunjukkan kasih persaudaraan yang tulus pada seseorang yang selama ini membuat Anda sulit untuk mempraktikkan kebenaran firman Tuhan ini.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»