suplemenGKI.com

SATU-SATUNYA DAN HANYA SATU KALI

Ibrani 9 : 24 – 28      

 

Pengantar
Pada tiap kebaktian di hari Minggu (di gedung gereja), ada bagian pengakuan dosa sebagai proses kesadaran diri atas perbuatan dosa yang masih kita lakukan, yang diharapkan tidak hanya diucapkan secara liturgis tapi disertai tekad untuk hidup dalam pembaharuan hidup yang didasari adanya anugerah kasih berupa pengampunan dari ALLAH. Namun dengan demikian terjadi pengakuan dosa secara berulang-ulang, baik secara bersama maupun secara pribadi, dan apakah itu berarti karya penebusan dosa dalam Kristus tidak menjamin keselamatan hidup orang percaya. Melalui Ibrani 9 : 24 – 28 yang kita baca pada hari ini, kita diajak melihat karya keselamatan Kristus secara lebih baik dan benar, terutama dalam kaitannya dengan kelemahan hidup orang percaya.

Pemahaman

Ayat 24 – 28  : Bagaimana Kristus mempersembahkan diri-NYA guna kepentingan kita, dan menganugerahkan keselamatan kepada orang yang percaya dan menantikan-NYA?

Dalam surat Ibrani ini dijelaskan bahwa Kristus bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan namun ke dalam sorga untuk menghadap hadirat ALLAH guna kepentingan kita (baca: sebagai Imam Besar Agung). Dan Kristus bukan masuk untuk berulang-ulang mempersembahkan diri-NYA sendiri, sebagaimana Imam Besar setiap tahun masuk ke dalam tempat kudus dengan darah yang bukan darahnya sendiri.

Dan bahwa sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,  demikian pula Kristus hanya satu kali saja mempersembahkan diri-NYA untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu IA akan menyatakan diri-NYA sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.

Dengan demikian maka kita perlu menyambut anugerah agung (satu kali ini) dengan mempercayakan hidup kepada satu-satunya Juruselamat kita. Dan bahwa Kristus bukan saja sebagai Juruselamat kita tapi juga sebagai Perantara (Imam Besar) Agung kita yang kini bersama Sang Bapa, dan yang telah berkenan kepada Sang Bapa. Dengan demikian maka setiap orang yang telah percaya kepada-NYA namun masih dapat jatuh dalam perbuatan dosa, bisa menyerahkan kelemahannya (bukan hanya secara kata-kata liturgis tapi dalam kesadaran diri yang penuh penyesalan), dan secara teologis (baca: iman) hal ini diterangi atau dipertegas dengan ungkapan: “Dalam nama TUHAN YESUS”. Jadi hanya dalam nama TUHAN YESUS ada jaminan keselamatan, yang mana sebagai Imam Besar Agung, Kristus juga memahami kelemahan kita. Dan karena itu setiap orang percaya akan terpelihara hidupnya dalam persekutuan (gereja) yang terus diperbaharui (baca: dikuduskan) di dalam Kristus selama masa penantian akan kedatangan-NYA yang kedua. 

Refleksi
Marilah kita mengambil waktu hening sejenak dan merenungkan:

  • Apakah kita telah bersyukur dan menyambut anugerah agung ALLAH dalam Kristus?
  • Apakah kita telah sungguh mempercayakan hidup kepada TUHAN YESUS sebagai satu-satunya Juruselamat dan perantara hidup kita? 

Tekadku
Ya ALLAH, jadikan aku sebagai pribadi yang bersyukur atas anugerah keselamatan dalam Kristus dan berusaha hidup menjauhi perbuatan dosa. 

Tindakanku
Dalam segala musim kehidupan, saya akan berusaha untuk hidup sepenuh hati dan berbakti kepada TUHAN sebagai wujud syukur atas keselamatan yang TUHAN anugerahkan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«