suplemenGKI.com

Rabu, 3 Mei 2017

02/05/2017

PENDERITAAN YANG ADALAH KASIH KARUNIA

I Petrus 2 : 19 – 25

 

Pengantar
Tidak ada seorang pun yang mau hidup menderita. Penderitaan bukan sebuah pilihan hidup, bahkan sedapat mungkin dihindari. Namun dalam hidup ini, kita menjumpai kenyataan bahwa ada penderitaan yang terjadi bukan karena kita menghendakinya, tapi karena akibat ulah dan rencana orang lain. Terkadang kita berpikir juga bahwa orang baik seharusnya tidak menderita, tapi faktanya, ada orang yang berbuat baik dan justru mengalami penderitaan. Jadi bagaimana kita harus memandang dan bersikap tehadap penderitaan? Mari kita belajar dari apa yang tertulis dalam surat 1 Petrus 2 : 19 – 25 agar dapat memperoleh teladan dari Kristus sendiri.

Pemahaman
Ayat  19 – 21       :  Apakah yang dimaksud dengan kasih karunia ALLAH?
Ayat  21 – 25       :  Bagaimana teladan Kristus bagi kita?

Kasih karunia ALLAH ternyata tidak selalu dipahami atau dialami sebagai sesuatu yang terlihat menyenangkan. Dalam bacaan hari ini, diperlihatkan adanya jalan penderitaan yang disebut sebagai kasih karunia ALLAH. Tentu bukan sembarang penderitaan, karena harus dilihat dulu sebab dari penderitaan yang dialami. Jika menderita karena berbuat dosa, maka tentu bukan kasih karunia ALLAH. Penderitaan yang merupakan kasih karunia ALLAH adalah penderitaan yang disebabkan karena kita berbuat hal yang baik.

Hal inilah yang diteladankan TUHAN YESUS Kristus kepada kita. IA tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-NYA. Ketika IA dicaci maki, IA tidak membalas dengan mencaci maki; ketika IA menderita, IA tidak mengancam, tetapi IA menyerahkannya kepada DIA, yang menghakimi dengan adil. Bahkan IA sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-NYA di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-NYA kita telah sembuh.

Semua itu dilakukan agar kita yang dahulu sesat seperti domba, kembali kepada gembala dan pemelihara jiwa kita. Itulah kasih karunia ALLAH yang terbesar bagi kita.

Refleksi
Marilah kita mengambil waktu hening sejenak dan merenungkan:

  • Apakah kita pernah mengalami penderitaan karena berbuat hal yang baik?
  • Apakah kita mau meneladan Kristus secara lebih sungguh?

Tekad
Ya ALLAH, ajarlah aku untuk dapat meneladan Kristus dalam berbuat hal yang baik dan benar sekalipun harus menderita.

Tindakanku
Mulai hari ini saya tidak hanya berupaya lakukan hal yang menyenangkan diri tapi lebih berupaya berbuat hal yang baik dan benar.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»