suplemenGKI.com

Rancangan Tuhan bukan Rancangan Manusia

Bacaan hari ini menutup seruan nabi Yesaya agar umat Israel turut serta dalam keselamatan yang dari Tuhan.  Untuk meneguhkan iman dan memantapkan langkah pertobatan umat, maka Yesaya menegaskan kembali tentang janji dan rancangan Tuhan bagi umatNya.  Kita yang hidup pada masa kini akan dapat merenungkan bagaimana Tuhan mengatur jalan hidup manusia dengan sangat sempurna, dan sekaligus juga akan memeriksa diri kita apakah kita sudah mau hidup dalam pengaturan Tuhan.

  1. Ayat 8-9: Apa yang Alkitab katakan tentang perbedaan rancangan Tuhan dengan rancangan manusia?  Bagaimana jarak perbedaan itu digambarkan di ayat 9?
  2. Pergumulan apa yang seringkali manusia hadapi terkait dengan kebenaran firman Tuhan di ayat 8 dan 9 tersebut?
  3. Ayat 10-13:   Dalam semua pergumulan kita menyelami jalan Tuhan yang tidak pernah bisa kita ketahui dengan jelas, kabar baik apa yang Tuhan berikan di ayat 10-13 ini?
  4. Mengetahui kabar baik tersebut, tepatkah jika manusia masih dikuasai ketakutan dan keraguan tentang pimpinan Tuhan dalam hidupnya?
  5. Ayat 6-7: Jika memang rancangan dan jalan Tuhan begitu berbeda dengan jalan dan rancangan manusia, apa yang harus kita pegang dan lakukan dalam hidup kita sekarang?

Renungan

Melihat langit, apalagi benda-benda di balik langit dengan kasat mata sungguh di luar kemampuan manusia pada umumnya.  Jarak pandang kita sangat terbatas.  Gambaran jarak yang sedemikian jauh antara bumi dengan langit itulah yang digunakan Alkitab untuk mengingatkan kita betapa terkadang rancangan dan jalan Tuhan begitu berbeda dengan apa yang kita mau.  Bahkan terkadang kita pun tidak bisa menyelami dan mengerti bagaimana sebenarnya Tuhan mengatur jalan hidup kita.  Hal ini tidak jarang membuat kita sering bertanya-tanya, dikuasai dengan kekuatiran, ketakutan, bahkan keputusaasaan akan masa depan kita.

Puji Tuhan bahwa firman Tuhan tidak berhenti sampai pada pernyataan akan ketidakmampuan kita menyelami jalan dan rancangan Tuhan, melainkan Tuhan menegaskan kepada kita bahwa jalan dan rancangan yang Ia aturkan bagi kita itulah yang terbaik.  Dan lebih dari itu, apa yang sudah menjadi janji firmanNya, tidak akan pernah gagal dan diingkari.  Janji dan kebenaran itu sudah lebih dari cukup untuk menjadi sandaran kita berserah pada rancangan Tuhan atas diri kita.  Walau kita tidak tahu kemana, dimana, dengan siapa, dll yang terkait dengan detail hidup kita, namun yang pasti kemana pun Ia membawa kita pergi, dimana pun Ia menempatkan kita, pastilah itu yang terbaik dalam rancanganNya.

Jika untuk melihat langit dan benda-benda langit akhirnya menjadi mungkin bagi manusia oleh karena adanya alat-alat bantu hasil penemuan teknologi, maka sama halnya dengan rancangan dan jalan Tuhan.  Kita membutuhkan “alat bantu” untuk bisa melihat itu semua, yaitu iman percaya kita kepadaNya.

Orang yang menaruh iman pada jalan dan rancangan Tuhan, ia akan selalu mencari Tuhan, berseru kepadaNya.  Tidak lagi berbuat jahat dan menjadi fasik, sebab mereka yang merancangkan kejahatan berarti lebih beriman pada akal budinya sendiri daripada kepada Tuhan.

Orang yang mempercayai rancangan Tuhan tidak akan dengan gegabah dan mudah percaya pada rancangannya sendiri, melainkan menyediakan waktu mencari Tuhan dan bergumul denganNya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*