suplemenGKI.com

Rabu, 3 Juni 2015

02/06/2015

Melawan Kesesakan Hidup dengan Nyanyian Syukur

Mazmur 138

Pengantar

Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) memberi judul Mazmur 138 dengan tulisan “Nyanyian Syukur karena Pertolongan Tuhan – dari Daud”. Gambaran apa yang pertama kali muncul dalam ingatan kita ketika mendengar nama Daud? Umumnya orang menjawab Daud mengalahkan Goliat, raksasa Filistin itu dengan umban dan batu (1Samuel 17:50). Sejak peristiwa itu nama Daud naik daun. Kemanapun Raja Saul memerintahkan Daud berperang, ia senantiasa berhasil, sehingga Saul mengangkat Daud mengepalai para prajurit kerajaan (1 Samuel 18:5).
Perjalanan hidup orang pilihan Tuhan ternyata tak selalu mudah dan indah. Tak berselang lama sesudah itu, Raja Saul malah membenci Daud karena merasa terancam popularitasnya oleh Daud (1 Samuel 18:7-9). Hidup Daudpun menjadi terancam karena Saul berkali-kali berikhtiar membunuhnya. Bukan sekali ini saja Daud mengalami kesesakan hidup. Banyak peristiwa lain yang Daud alami sesudah itu sehingga sebenarnya cukup banyak alasan bagi Daud untuk merasa tawar hati terhadap Allah. Namun Daud justru mampu menggubah Nyanyian Syukur karena Pertolongan Tuhan dalam Mazmur 138 sebagai ungkapan iman percaya Daud kepada Tuhannya. Tak heran jika Tuhan menyatakan Daud sebagai orang yang berkenan di hatiNya (Kisah Para Rasul 13:22).

Pemahaman

Mazmur 138:1      Daud menyatakan syukur kepada Tuhan dengan segenap hatinya. Bahkan ia hendak menyampaikannya di hadapan bangsa-bangsa yang menyembah ilah-ilah lain.

Mazmur 138:2      Ayat ini mengekspresikan bagaimana Daud menyembah Tuhannya. Ia mengikuti cara yang ditunjukkan Tuhan, bukan dengan caranya sendiri.

Mazmur 138:3       Ungkapan ini sungguh sangat bermakna. Daud tidak berdoa agar Tuhan selalu memenuhi permintaan atau keinginan hatinya. Namun ia yakin bahwa Tuhan pasti akan menambah kekuatan dalam jiwanya untuk menjalani kehidupan yang penuh tantangan ini.

Mazmur 138:4-5   Daud berkeyakinan para pemimpin di bumi akan menyembah Tuhan karena kemuliaanNya.

Mazmur 138:6       Daud tahu karakter Tuhannya yang tidak memandang rendah yang hina. Sebaliknya Tuhan membenci orang yang congkak.

Mazmur 138:7-8    Nyanyian syukur ini ditutup dengan sebuah penegasan iman, bahwa Tuhan adalah sumber pertolongan. Ia akan menyelesaikannya bagi kita bahkan menyelematkan orang yang berseru kepadaNya.

Refleksi :

Dalam menghadapi tantangan kehidupan, apakah aku senantiasa menyatakan iman percayaku melalui ungkapan syukur atas pertolongan Tuhan seperti yang dilakukan Daud?

Tekad:

Aku mau belajar semakin percaya bahwa tangan Tuhan tak kurang panjang untuk menolongku.

Tindakan:

Di tengah kesesakan hidup dan tatkala masalah datang bertubi, alih-alih tawar hati, aku akan menyanyikan syukurku dengan yakin karena pertolongan Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»